Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) menjaring pemain terbaik dari kompetisi IBL dan liga luar negeri guna memperkuat tim nasional pada babak pra-kualifikasi Piala Asia FIBA 2029. Sebagaimana dilansir dari Detik Sport pada Kamis (14/5/2026), langkah ini diambil untuk memastikan Indonesia tampil kompetitif di kancah internasional.
Sekretaris Jenderal Perbasi, Nirmala Dewi, menjelaskan bahwa pembentukan skuad akan dilakukan dengan serius untuk mengisi setiap posisi dengan pemain berkualitas tinggi. Pemantauan intensif sedang dilakukan oleh Badan Tim Nasional terhadap performa atlet di kompetisi domestik maupun mancanegara.
"Melalui Badan Tim Nasional, kami memantau perkembangan pemain di IBL. Pemantauan juga dilakukan di kompetisi luar negeri. Banyak pemain potensial kita berkarir di luar negeri seperti Derrick Michael Xavier, Marques Bolden, dan lainnya," kata Nirmala Dewi, Sekretaris Perbasi.
Pihak federasi juga memberikan perhatian khusus pada talenta-talenta yang berkarier di luar negeri guna memperkuat kedalaman skuad. Hal ini mencakup pemanfaatan pemain yang memiliki garis keturunan Indonesia yang berada di mancanegara.
"Kami akan bekerja keras dan serius untuk mengumpulkan talenta terbaik yang kita miliki baik di dalam maupun luar negeri. Juga para pemain yang memiliki keturunan atau darah Indonesia yang ada di luar negeri," ujar Nirmala Dewi, Sekretaris Perbasi.
Selain pencarian bakat yang masif, Perbasi memberikan jaminan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka. Penegasan ini bertujuan agar seluruh atlet memiliki kesempatan yang setara untuk bersaing memperebutkan posisi di tim Merah Putih.
Timnas Indonesia dijadwalkan memulai perjuangan di Grup C menghadapi Hong Kong, Singapura, dan Malaysia. Turnamen ini akan berlangsung di Seremban, Malaysia, mulai tanggal 24 Agustus hingga 1 September 2026 mendatang.
Berdasarkan rilis resmi FIBA, Indonesia akan menjalani laga pembuka melawan Singapura pada 28 Agustus 2026. Setelah mendapatkan waktu istirahat satu hari, tim nasional akan menantang Hong Kong sebelum menutup rangkaian grup melawan Malaysia pada 31 Agustus 2026.