Bank Rakyat Indonesia (BRI) mulai mendistribusikan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2026 secara masif ke 500 kabupaten dan kota pada akhir pekan ini. Penyaluran dana untuk periode April hingga Juni tersebut terpantau sudah menjangkau penerima manfaat mulai dari Sumatra hingga Papua.
Pergerakan distribusi dana melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih dilaporkan berlangsung intensif di hampir seluruh provinsi. Berdasarkan data lapangan, saldo bantuan telah masuk ke rekening masyarakat di titik strategis seperti Medan, Tangerang, Denpasar, hingga wilayah Maluku.
Realisasi penyaluran bantuan sosial ini menunjukkan progres yang signifikan secara nasional. Merujuk surat resmi Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial nomor 1285/3/BS.01.00/5/2026, angka penyaluran PKH telah menyentuh 73,8 persen dari total sasaran.
Data tersebut mengindikasikan bahwa sekitar 7,3 juta peserta dari total 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah menerima hak mereka. Sementara itu, 2,7 juta KPM lainnya masih berada dalam antrean karena proses transfer dilakukan secara bertahap melalui sistem termin.
| Kategori Data | Keterangan Progres |
|---|---|
| Persentase Penyaluran Nasional | 73,8% |
| Jumlah KPM yang Sudah Cair | 7,3 Juta KPM |
| Sisa KPM dalam Proses Antrean | 2,7 Juta KPM |
| Periode Alokasi | April ÔÇô Juni 2026 |
Bagi keluarga yang belum menerima saldo, proses verifikasi ulang kelayakan data pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) kemungkinan masih berjalan. Selain BRI, bank penyalur lain seperti BNI dan BSI tetap konsisten melakukan transfer, sedangkan pantauan untuk Bank Mandiri masih bersifat terbatas.
Penerima manfaat disarankan memanfaatkan layanan mobile banking untuk memantau saldo guna menghindari risiko kerusakan kartu di mesin ATM. Kepastian status bantuan juga dapat dikonfirmasi melalui pendamping sosial setempat untuk melihat tahap Standing Instruction (SI) pada sistem SIKS-NG.