Puluhan akun jasa titip atau jastip diduga melakukan aksi penipuan terhadap penggemar grup K-Pop EXO yang sedang berburu tiket konser bertajuk EXO PLANET #6 - EXhOrizon in JAKARTA. Para oknum memanfaatkan tingginya permintaan tiket yang sulit didapatkan melalui kanal resmi untuk menjerat korban, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (21/4/2026).
Aksi kriminal ini terungkap setelah para penggemar atau EXO-L mengumpulkan data terduga pelaku dalam sebuah dokumen digital yang mencakup nama, nomor rekening, hingga platform media sosial yang digunakan. Salah satu korban bernama Viya, seorang penggemar asal Bandung, melaporkan kerugian mencapai jutaan rupiah setelah bertransaksi dengan akun Instagram @jastipby.**gel.
"Awalnya memang aku gak begitu niat nonton karena punya toddler yang gak bisa ditinggal," buka Viya.
Viya menjelaskan bahwa dirinya merasa bimbang setelah periode penjualan tiket resmi berakhir dan melihat antusiasme besar dari rekaman konser EXO di Seoul. Hal tersebut membuatnya mencari tiket melalui jalur tidak resmi hingga menemukan tawaran dari akun yang telah ia ikuti sejak 2018.
"Tapi setelah war tiket selesai, aku galau banget," lanjut Viya.
Dalam komunikasi awal, akun tersebut menawarkan tiket kategori CAT 2 dengan harga yang dinilai masih masuk akal bagi korban. Perbedaan harga yang tidak terlalu jauh dari harga resmi menjadi salah satu alasan korban merasa tertarik untuk melakukan transaksi.
"Dia waktu itu posting (jual tiket) CAT 2. Aku iseng tanya harga dan dia kirim pricelist-nya. Aku cek di situ harganya sekitar Rp 4,5 juta," lanjut Viya.
Viya sempat ragu ketika stok tiket kategori tersebut dinyatakan habis, namun tak lama berselang pelaku menawarkan kategori lain dengan harga Rp 5.025.000. Karena desakan situasi dan rasa takut tidak mendapatkan tiket, korban akhirnya menyetujui transaksi tersebut.
"Tapi waktu itu uangku memang kurang. Nah, gak lama dari itu dia hapus Instagram Stories-nya dan aku tanya 'apakah sold out?' Dia bilang 'iya'. Tapi kemudian dia posting Stories lagi, kategori E-X dengan harga Rp 5.025.000, selisih Rp 1 juta dari harga web," kisah Viya lagi.
Untuk memenuhi pembayaran tersebut, Viya bahkan harus menjual perhiasan emas miliknya karena pelaku menolak sistem uang muka (DP). Pelaku memberikan tekanan psikologis dengan menyebut bahwa tiket akan diberikan kepada siapa pun yang membayar paling cepat.
"Ya udah dari situ aku buru-buru pesan ojol, tengah hari panas-panas siang bolong ke toko emas untuk jual gelangku," lanjut dia.
Kecurigaan muncul saat pelaku mulai sulit dihubungi setelah proses transfer dilakukan dan tidak kunjung mengirimkan bukti identitas atau tiket elektronik. Setelah melakukan pengecekan di media sosial X, Viya menemukan bahwa akun tersebut sudah masuk dalam daftar hitam penyedia jasa yang bermasalah.
"Dia bilang tiket milik aku, tapi dia gak kirim bukti apa-apa. E-ticket, KTP dia pun nggak. Aku minta nomor WhatsApp gak digubris. Setelah beberapa jam aku coba cek di X cari tahu soal jastip dia ini dan kagetlah aku, dia udah masuk list jastip problematikdan scammer," lanjutnya.
Meskipun korban terus berupaya meminta kejelasan, pihak pengelola jastip selalu meyakinkan bahwa bisnis mereka aman. Namun, keraguan korban terbukti benar ketika akun Instagram jastip tersebut tiba-tiba dinonaktifkan secara permanen.
"Dia jawab, 'aman kok, kalau gak, mana berani buka jastip'. Aku berkali-kali tanya ini scam atau tidak? Informasi yang di X itu benar atau tidak?"
Kekecewaan korban semakin bertambah saat mengetahui keluarga pelaku justru memberikan pembelaan di media sosial tanpa memberikan solusi bagi para pelanggan yang telah dirugikan. Berdasarkan laporan para korban, terdapat lebih dari 50 akun media sosial yang kini sedang dipantau oleh komunitas penggemar karena dugaan serupa.
"Aku gemeter waktu suamiku bilang IG-nya hilang. Gak nyangka bakal kena tipu kayak gini. Aku berani beli di dia karena aku tahu dia dari lama buka jastip, dan dulu aman-aman aja walau ada isu problematik. Ternyata (sekarang) udah jadi scammer. Aku coba posting di X dan nemu korban-korban lain dengan nominal berbeda-beda, sesuai kategori tiket yang dia jual. Aku sempat dapat info pribadi soal Angel ini, ada kontak keluarganya tapi gak bisa dijangkau sama sekali. Setiap di-chat, mereka langsung blokir kami," beber Viya.
Pihak keluarga melalui adik pemilik akun sempat mengunggah pernyataan yang menyebutkan bahwa sang kakak juga menjadi korban penipuan. Hal ini memicu kemarahan para korban yang merasa ditinggalkan tanpa adanya konfirmasi resmi maupun pengembalian dana.
"Terakhir, adik pemilik jastip itu posting di IG Stories, bilang, 'kalau ada yang ngaku korban scam kakaknya, jangan digubris, soalnya kakaknya juga kena scam'. Kalau memang faktanya begitu, kenapa gak konfirmasi ke customer-nya? Jujur sakit hati banget," lanjutnya.
Menanggapi kejadian ini, para penggemar diingatkan untuk tidak terjebak dalam pembelian yang bersifat emosional atau terburu-buru. Penting bagi calon pembeli untuk selalu melakukan verifikasi mendalam terhadap rekam jejak penyedia jasa layanan tiket tidak resmi.
"Jangan panic buying kayak aku, itu bahaya banget. Udah gak nonton konser, kalian kehilangan uang juga. Baiknya tanya ke sesama EXO-L dan coba cari informasi," tutup Viya.