Pendapatan ASLC Melonjak 27,4 Persen pada Kuartal I 2026

Pendapatan ASLC Melonjak 27,4 Persen pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Pendapatan ASLC Melonjak 27,4 Persen pada Kuartal I 2026.

PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) membukukan kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan meraih pendapatan sebesar Rp 283,6 miar. Raihan tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 27,4 persen secara year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang bernilai Rp 222,5 miliar.

Meskipun pendapatan meningkat, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan mengalami penurunan. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, angka laba bersih menyusut 42,5 persen yoy menjadi Rp 7,07 miar dari sebelumnya sebesar Rp 12,31 miliar.Direktur Utama ASLC, Jany Candra menilai bahwa pertumbuhan penjualan ini berkat variasi produk yang makin luas, lokasi cabang yang strategis, serta sistem O2O yang efektif.

Hingga saat ini, Jany bilang bisnis Caroline.id belum berkontribusi sebesar lini bisnis lelang. Dus, perusahaan akan mengoptimalkan potensi Caroline.id ke depan.

Sektor ritel melalui Caroline.id dinilai mempunyai prospek perkembangan yang masih terbuka lebar. Hal ini menjadi pembeda dengan lini bisnis lelang kendaraan yang dijalankan oleh perseroan.

"Jadi, mau industri naik atau turun, Caroline.id masih ada peluang besar untuk terus tumbuh. Jumlah customer yang masuk ke website kami, yang datang ke cabang kami, terus meningkat," terang Jany.

Manajemen perseroan memandang optimis bahwa lini ritel tersebut akan mendulang kenaikan permintaan pada kuartal kedua serta ketiga tahun ini, seperti dikutip dari Industri.

Kondisi ini berkebalikan dengan lini bisnis lelang konvensional yang performanya sangat bergantung pada fluktuasi serta dinamika industri terkait.

"Market share-nya kami di bisnis lelang ini sudah sangat besar, 40%. Jadi, otomatis pendapatan kami akan terpengaruh oleh perkembangan industri," kata Jany dalam paparan publik virtual, Selasa (19/5/2026).

Suplai kendaraan untuk kegiatan lelang terbesar milik perseroan berasal dari perusahaan pembiayaan. Namun, sektor pembiayaan tersebut terpantau melemah sejak tahun lalu akibat peningkatan kehati-hatian dalam penyaluran kredit.

"Hal itu terlihat dari berkurangnya jumlah mobil yang ditarik di proses lelang, sehingga supply ikut menurun," ujar Jany.

Faktor ketidakpastian ekonomi global juga berimbas pada tekanan daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru. Situasi ini memicu pergeseran minat konsumen untuk menjadikan mobil bekas sebagai opsi substitusi utama.

"Karena kalau beli mobil bekas, kalau ada keraguan ke mobil baru, menjual dalam 1-2 tahun kan pasti dampak kerugian finansialnya lebih besar daripada hanya membeli mobil bekas," jelasnya.

Peluang pertumbuhan lain didorong oleh meningkatnya tren adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di tengah masyarakat.

"Perpindahan mobil ke EV ini menyebabkan ada kebutuhan untuk menjual mobil bekas. Caroline.id memberikan dua layanan, untuk membeli dan menjual mobil bekas," imbuh Jany.

Guna mendukung ekspansi, ASLC mengalokasikan belanja modal atau capex berkisar Rp 15-20 miliar pada tahun ini. Anggaran tersebut dialokasikan untuk menambah 2 hingga 3 jaringan showroom baru serta merelokasi cabang yang kurang strategis.

Artikel terkait

Rekomendasi