Aktivitas perdagangan di Kabupaten Aceh Tamiang mulai menunjukkan tren positif seiring pulihnya geliat ekonomi masyarakat pascabencana banjir hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada November tahun lalu. Berdasarkan laporan pada Kamis (30/4/2026), sejumlah pusat perbelanjaan dan pasar tradisional telah kembali beroperasi secara normal untuk memenuhi kebutuhan harian warga.
Dilansir dari Nasional, pemulihan ini ditandai dengan kembali dibukanya toko-toko yang sebelumnya lumpuh total akibat rendaman air. Pasar Kuala Simpang, yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah karena lokasinya di tepi Sungai Tamiang, kini telah dibersihkan oleh aparat pemerintah dan mulai ramai dikunjungi pembeli.
Herman, seorang pedagang ikan di Pasar Kuala Simpang, menjelaskan bahwa dirinya mulai kembali berjualan sekitar satu setengah bulan yang lalu setelah area pasar dibersihkan. Pasokan komoditas ikan saat ini sudah mengalir lancar dari berbagai daerah tetangga untuk memenuhi permintaan konsumen.
"Alhamdulillah, sekarang sudah kembali normal," kata Herman.
Pedagang tersebut mengonfirmasi bahwa operasional usahanya sempat terhenti cukup lama sebelum akhirnya fasilitas publik tersebut siap digunakan kembali setelah proses pembersihan oleh pemerintah setempat.
"Sudah sebulan setengah. Tempatnya sudah dibersihkan oleh pemerintah," ucap Herman.
Mengenai ketersediaan stok barang, Herman menyebutkan bahwa jalur distribusi dari daerah luar seperti Sumatera Utara dan Banda Aceh sudah kembali terbuka sehingga pedagang tidak lagi kesulitan mendapatkan barang dagangan.
"Pasokan ikan dari Banda Aceh ada, dari Sumatera Utara (Sumut), dari Medan juga ada," kata Herman.
Meski aktivitas jual beli sudah pulih, Herman menyoroti kondisi infrastruktur pasar yang membutuhkan perbaikan segera, terutama pada bagian atap yang mengalami kerusakan cukup signifikan akibat terjangan banjir tahun lalu.
"Kalau bisa kami minta diganti seng-seng ini. Banyak yang sudah rusak dan tidak layak lagi. Kalau hujan, kami pasti kehujanan," imbuh Herman.
Ia juga menceritakan dinamika daya beli masyarakat yang sempat merosot tajam pada awal masa pemulihan, namun kini perlahan mulai menguat kembali seiring banyaknya warga yang sudah mulai bekerja.
"Beberapa bulan terakhir memang sempat melemah, mungkin karena banyak yang belum bekerja. Namun, Alhamdulillah sekarang mulai menunjukkan tren positif, makin hari makin baik," ujar Herman.
Selain pedagang ikan, Nurlela yang merupakan pedagang sayur di Pajak Atas Kuala Simpang juga telah kembali berjualan dalam dua bulan terakhir. Ia mengandalkan pasokan sayuran lokal dari desanya di Bandar Pusaka, meskipun awalnya sempat kesulitan akibat rusaknya lahan pertanian.
"Sekarang ini jualan hanya ubi, bayam, dan kangkung. Itu pun dari warga di kampung," kata Nurlela.
Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Rehabilitasi (PRR) per 27 April 2026, tercatat sebanyak 196 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak telah kembali berfungsi. Sebaran tersebut meliputi 114 pasar di Provinsi Aceh, 56 pasar di Sumatera Utara, dan 26 pasar di Sumatera Barat.