Petugas Transportasi PPIH Daerah Kerja Makkah memantau mobilitas ribuan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah secara nonstop selama 24 jam melalui ruang kendali digital pada Minggu (10/5/2026). Pengawasan dilakukan menggunakan sistem GPS terintegrasi untuk memastikan ketepatan waktu kedatangan dan keamanan armada di perjalanan.
Dilansir dari Detik iNET, sebanyak 20 kelompok terbang yang terdiri dari 7.838 jemaah diberangkatkan menggunakan 132 bus Angkutan Kota Antar Perhajian (AKAP) pada hari tersebut. Lima layar monitor besar di kantor Daker Makkah menampilkan titik koordinat setiap bus secara real time guna meminimalkan risiko salah arah.
Petugas transportasi, Arudi, bertugas melakukan koordinasi intensif menggunakan perangkat radio komunikasi untuk memantau posisi bus terhadap jarak hotel tujuan. Langkah ini krusial agar petugas di sektor tujuan dapat menyiapkan penyambutan dan konsumsi tepat waktu sesuai estimasi kedatangan jemaah.
"Jadi patokannya itu posisi bus ada di kilometer berapa dengan jarak hotel. Misalnya posisi ada di kilometer sekian kurang lebih dua jam akan sampai di sektor, jadi mereka sudah siap-siap," kata Arudi.
Kepala Seksi Transportasi PPIH Daker Makkah, Moh Afifuddin Zuhri, memberikan penegasan bahwa penggunaan aplikasi pelacakan ini menjadi instrumen utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Sistem ini memungkinkan tim memantau kendala di lapangan, termasuk pemeriksaan otoritas keamanan di jalur Jeddah.
"Bagi kita, pelayanan lebih baik ketika kita sudah tahu posisi jemaahnya. Seperti kemarin ada kendala di jalan dari Jeddah karena ada pemeriksaan (otoritas keamanan Arab Saudi)," ujarnya.
Afifuddin menambahkan bahwa kecepatan armada dan kondisi lalu lintas yang fluktuatif membuat jadwal perjalanan tidak selalu sesuai dengan estimasi awal. Keberadaan teknologi pelacakan membantu petugas menyesuaikan layanan kedatangan secara dinamis di tiap sektor.
"Jadi ini bisa di tracking di sini," katanya.
Koordinasi antara tim di Madinah, Daker Bandara, dan operator bus terus diperkuat untuk menjaga akurasi data perjalanan sepanjang musim haji. Digitalisasi ini dianggap sebagai elemen vital dalam mendukung kelancaran operasional dan menjamin keselamatan jemaah selama mobilisasi antarkota.
"Digitalisasi layanan transportasi ini menjadi kunci agar pelayanan di sisi transportasi bisa maksimal dan memastikan kondisi jemaah aman selama perjalanan," ujarnya.