Satu kelompok pemain Real Madrid dikabarkan merasa khawatir dan keberatan atas rumor kembalinya Jose Mourinho sebagai pelatih di Santiago Bernabeu untuk menggantikan posisi Alvaro Arbeloa setelah musim ini berakhir.
Klub raksasa asal Spanyol tersebut dilaporkan tidak akan memperpanjang kerja sama dengan Arbeloa, yang memicu munculnya spekulasi mengenai kepulangan Mourinho. Sebagaimana dilansir dari Detik Sport, meskipun Mourinho masih populer di kalangan pendukung, internal tim justru menunjukkan resistensi.
Jurnalis asal Spanyol, Gaston Alvarez, mengungkapkan bahwa para penggawa Los Blancos lebih menginginkan kehadiran Juergen Klopp. Karakter Mourinho yang meledak-ledak dinilai berisiko merusak stabilitas skuad yang ada saat ini.
"Klopp jauh lebih disukai daripada Mourinho," ucap Alvarez seperti dikutip Cadena SER.
Alvarez menambahkan bahwa kepribadian pelatih asal Portugal tersebut berpotensi besar berbenturan dengan ego para pemain bintang di Madrid. Situasi ini dianggap sebagai ancaman bagi keharmonisan tim dalam jangka panjang.
"Mourinho adalah bom waktu, dan di ruang ganti yang punya cara bersikap tertentu dan sifat egois tertentu, orang seperti dirinya bisa berselisih dengan mereka secara langsung, dan mereka tahu itu," ucap Alvarez.
Selain faktor teknis dan ruang ganti, pemilihan Mourinho oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez, disinyalir memiliki motif politis. Kehadiran sosok ikonik tersebut diprediksi dapat mengalihkan perhatian publik dari performa buruk klub belakangan ini.
"Florentino tahu bahwa yang bikin semangat itu Klopp, tapi dia juga tahu kalau Mourinho datang, setelah sekitar tiga minggu, kegaduhan yang ditimbulkan oleh sosoknya akan membuat fans melupakan semua yang sudah terjadi," katanya.
Opini suporter Madrid sendiri saat ini terbelah menyusul komentar kontroversial Mourinho terkait insiden rasisme terhadap Vinicius Junior. Kondisi ini semakin memperumit situasi pencarian pelatih baru Madrid untuk musim mendatang.