Pangeran Harry dan Meghan Markle menghadiri acara industri hiburan Netflix di sebuah kediaman pribadi di Montecito, California, Amerika Serikat, pada Rabu, 15 April 2026. Kehadiran pasangan Duke dan Duchess of Sussex tersebut berlangsung di tengah pusaran sengketa hukum dengan organisasi amal yang didirikan Harry sendiri, Sentebale.
Acara bertajuk "BEEF Season 2 Montecito Tastemaker" itu mempertemukan Harry dan Meghan dengan CEO Netflix Ted Sarandos beserta sejumlah pesohor internasional lainnya. Sebagaimana dilansir dari Wolipop, pasangan ini tampak berbaur dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, penyanyi Katy Perry, serta aktor Oscar Isaac.
Di sisi lain, pada hari yang sama, Sentebale resmi melayangkan gugatan hukum terkait dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan Pangeran Harry dan mantan wali amanat, Mark Dyer. Langkah hukum ini merupakan buntut dari konflik internal berkepanjangan dengan ketua organisasi saat ini, Dr. Sophie Chandauka.
Dewan pengurus Sentebale mengeklaim adanya kampanye media negatif terkoordinasi yang dimulai sejak Maret 2025. Pihak yayasan menyatakan bahwa tindakan tersebut telah mengganggu operasional organisasi serta memicu aksi perundungan siber terhadap jajaran kepemimpinan lembaga amal tersebut.
Pihak Pangeran Harry memberikan bantahan tegas terhadap tuduhan tersebut melalui juru bicara resminya. Mereka menyayangkan penggunaan dana amal untuk membiayai proses hukum terhadap pihak-pihak yang telah lama berkontribusi membangun organisasi tersebut.
"Luar biasa bahwa dana amal kini digunakan untuk proses hukum terhadap pihak yang membangun dan mendukung organisasi ini selama hampir dua dekade, alih-alih digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," kata perwakilan Pangeran Harry dan Mark Dyer.
Sentebale didirikan oleh Harry pada tahun 2006 untuk membantu remaja terdampak HIV/AIDS di Afrika. Ketegangan internal dilaporkan memuncak saat Harry mengundurkan diri pada Maret 2025 setelah berselisih dengan Chandauka mengenai urusan komunikasi publik organisasi.
Meskipun Komisi Amal untuk Inggris dan Wales sempat menyatakan tidak menemukan bukti perundungan sistemik pada Agustus 2025, konflik ini tetap berlanjut ke ranah hukum. Saat ini, Pangeran Harry dilaporkan tidak memiliki rencana untuk kembali ke Sentebale selama kepemimpinan organisasi tidak berubah.