Pesulap senior Pak Tarno kini menjalani rutinitas harian dengan berjualan mainan menggunakan kursi roda di kawasan Warakas, Jakarta Utara, pada Senin (13/4/2026). Meski keterbatasan fisik membayanginya, pria yang dikenal dengan jargon khasnya ini menegaskan tetap aktif menerima pekerjaan di dunia hiburan.
Kondisi ekonomi dan kesehatan yang berubah tidak menghentikan langkah Pak Tarno untuk tetap menghibur masyarakat. Dilansir dari Detik Hot, ia masih rutin tampil sebagai pesulap di pasar malam serta berinteraksi dengan pengunjung di kawasan wisata Kota Tua pada setiap akhir pekan.
"Masih ada. Orang sulap dagang, sulap ya sulap. Malam sulap di pasar malam, siang-siang kadang-kadang Sabtu Minggu Kota Tua bantu foto-foto," kata Pak Tarno, Pesulap.
Selain berjualan mainan, keberadaan Pak Tarno di Kota Tua Jakarta juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyak pengunjung yang mengajak berfoto bersama dan memberikan imbalan sukarela yang digunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Uang yang diterima dari hasil jasa foto tersebut diakui Pak Tarno sangat membantu proses pemulihan kesehatannya. Sejumlah warga memberikan bantuan dana secara langsung sebagai bentuk simpati atas kondisi kesehatan sang pesulap yang saat ini masih memerlukan perawatan medis rutin.
"Iya Sabtu Minggu bantu-bantu foto di Kota Tua. Minta foto, minta foto saya dikasih uang. Difoto orang dikasih uang emang nggak minta cuma orang kasih, 'Pak Tarno nih buat berobat', 'ini buat berobat'," tutur Pak Tarno.
Terkait kondisi fisiknya, Pak Tarno menjelaskan bahwa dirinya masih berjuang menjalani serangkaian pengobatan medis, termasuk pemeriksaan darah secara berkala. Ia juga sempat mencari pengobatan alternatif demi mengembalikan kebugaran tubuhnya agar bisa beraktivitas lebih maksimal.
Walaupun intensitas penampilannya di layar televisi menurun drastis dibandingkan beberapa tahun silam, semangat kerjanya tetap stabil. Ia menjadwalkan waktu siang hari untuk berinteraksi dengan publik dan malam hari untuk beraksi di panggung sulap lokal guna menjaga eksistensinya sebagai entertainer.