PT Nindya Karya (Persero) melakukan percepatan pembangunan proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melalui penambahan sekitar 700 tenaga kerja serta penerapan sistem kerja dua shift. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyelesaian proyek tepat waktu pada Minggu (3/5/2026).
Dilansir dari Money, percepatan pengerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program prioritas nasional untuk memeratakan akses pendidikan. Proyek di Kabupaten Takalar menempati lahan seluas 58.910 meter persegi, sedangkan di Kota Makassar dibangun di atas lahan 71.239 meter persegi.
Lingkup pekerjaan mencakup manajemen keselamatan konstruksi, persiapan lahan, serta pengerjaan struktur dan arsitektur. Selain itu, tim di lapangan juga menyelesaikan instalasi mekanikal elektrikal, plumbing, hingga penyediaan furnitur sekolah.
Komisaris Utama Nindya Karya, Michael Umbas, menegaskan bahwa pembangunan ini memerlukan perhatian serius demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
"Program ini harus dikerjakan dengan serius dan optimal karena dampaknya langsung ke masyarakat," ujarnya Michael Umbas, Komisaris Utama Nindya Karya.
Umbas melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Sabtu (2/5/2026) untuk memantau kualitas konstruksi dan penerapan aspek keselamatan kerja. Ia menginstruksikan agar setiap hambatan teknis segera dikoordinasikan dengan pemangku kepentingan terkait.
"Setiap kendala harus direspons terbuka, dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder, dan diselesaikan dengan solusi yang tepat. Target penyelesaian harus tetap dijaga," katanya Michael Umbas, Komisaris Utama Nindya Karya.
Pihak manajemen menekankan agar proyek selesai tanpa adanya pengajuan perpanjangan waktu kontrak. Fokus utama tetap tertuju pada standar kualitas dan kepatuhan terhadap prosedur kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
"Kami melihat komitmen tim di lapangan cukup baik. Ini harus terus dijaga dan diperkuat agar target penyelesaian tercapai sesuai rencana," pungkas Michael Umbas, Komisaris Utama Nindya Karya.
Kondisi pembangunan di Kota Makassar dilaporkan memiliki perkembangan progres yang lebih stabil dibandingkan wilayah Takalar. Meski demikian, optimalisasi distribusi material dan penyelesaian kendala teknis tetap menjadi prioritas di kedua lokasi tersebut.