Nia DaCosta Ungkap Penyebab 28 Years Later Melempem di Box Office

Nia DaCosta Ungkap Penyebab 28 Years Later Melempem di Box Office
Foto: Ilustrasi Nia DaCosta Ungkap Penyebab 28 Years Later Melempem di Box Office.

Sutradara Nia DaCosta menyoroti strategi distribusi Sony yang berdampak negatif pada pendapatan box office film 28 Years Later: The Bone Temple pada Senin (11/5/2026). Film tersebut mencatatkan performa finansial rendah meskipun mendapatkan ulasan positif dari kritikus film.

Penurunan pendapatan ini terjadi setelah pihak studio memutuskan untuk merilis sekuel tersebut hanya dalam selisih beberapa bulan dari film pertamanya. Berdasarkan laporan dari Detikcom, DaCosta mengidentifikasi kebingungan publik dan pemilihan waktu rilis sebagai faktor utama kegagalan komersial karya tersebut.

DaCosta menjelaskan bahwa penonton kesulitan membedakan antara 28 Years Later dan The Bone Temple karena judul yang dianggap membingungkan. Selain itu, jeda peluncuran yang sangat singkat membuat audiens merasa telah menyaksikan film tersebut pada musim panas sebelumnya.

"Bukan, bukan, ini ada sekuelnya!" ujarnya Nia DaCosta, Sutradara.

Kekecewaan DaCosta terhadap sisi finansial diimbangi dengan rasa bangga atas kualitas teknis film yang diproduksinya. Ia mengakui bahwa barometer industri menunjukkan hasil luar biasa dari segi kualitas, namun hal itu tidak tercermin dalam angka penjualan tiket di bioskop.

"Secara teknis, setiap barometer yang kami gunakan di industri untuk menentukan apakah sebuah film bagus atau tidak menunjukkan hasil yang luar biasa, namun angka box office-nya tidak ada di sana," ungkap DaCosta, Sutradara.

Pemilihan bulan Januari sebagai waktu peluncuran juga dinilai menjadi kendala karena periode tersebut sering dianggap sebagai waktu yang kurang menguntungkan bagi genre horor. Meski demikian, DaCosta tetap optimistis bahwa karyanya akan mendapatkan tempat di hati penonton melalui platform streaming di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi