Rencana besar disiapkan oleh Netflix menjelang perayaan ulang tahun pertama dari film animasi populer K-Pop Demon Hunters. Layanan pengaliran global tersebut mengumumkan bakal menggelar tur dunia untuk film animasi terlaris sepanjang masa milik mereka.
Seperti dikutip dari Detikcom, pengumuman mengenai tur dunia ini sudah disampaikan oleh pihak Netflix sejak pekan lalu. Kendati demikian, perusahaan belum membagikan informasi detail mengenai daftar negara yang akan dikunjungi maupun konsep pertunjukan yang diusung.
Melalui pernyataan resminya, Netflix menjanjikan sebuah konsep pengalaman langsung bagi para pemirsa. Penggemar berpeluang melihat penampilan langsung dari karakter HUNTR/X serta Saja Boys yang lagu-lagunya seperti Golden dan Your Idol populer sepanjang tahun 2025.
"Pengalaman live yang akan menghidupkan elemen-elemen film pemenang 2 piala Oscar ini dengan cara spektakuler," tulis Netflix dalam pengumumannya.
Pasar Amerika Serikat diproyeksikan menjadi target utama dari pelaksanaan tur konser K-Pop Demon Hunters ini selain negara Korea Selatan. Langkah ini didukung data Luminate sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan seluruh lagu dan musisi dari album OST animasi tersebut masuk daftar terlaris.
Jumlah pemutaran digital untuk EJAE dan HUNTR/X secara akumulatif menembus angka 3,9 miliar kali di wilayah Amerika Serikat. Catatan impresif juga dibukukan oleh para pengisi suara Saja Boys meliputi Andrew Choi, Kevin Woo, SamUIL Lee, Danny Chung, dan Neckwav dengan total 5,7 miliar pengaliran.
Sementara itu di Korea Selatan, Luminate mencatat lagu berjudul Golden yang dibawakan oleh HUNTR/X menjadi trek yang paling banyak didengarkan pada layanan on-demand streaming. Angka pemutaran lagu tersebut mencapai 220 juta kali hingga akhir tahun 2025.
K-Pop Demon Hunters juga memiliki basis masa yang besar dan populer di Indonesia, meskipun data pasti mengenai angka pemutaran di dalam negeri belum tersedia. Walau begitu, popularitas tersebut belum menjadi jaminan bahwa tur dunia ini akan singgah di Jakarta.
Potensi penonton yang masif berpeluang memicu persaingan ketat di kawasan Asia Tenggara untuk mendatangkan pertunjukan ini. Muncul spekulasi mengenai kemungkinan Singapura kembali memonopoli seluruh rangkaian konser di regional ini, berkaca pada pelaksanaan The Eras Tour dari Taylor Swift.