Aktor Morgan Oey dan Abimana Aryasatya membagikan detail kerumitan proses produksi film terbaru mereka bertajuk Ghost in the Cell saat ditemui di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026.
Sorotan utama dalam proses syuting tersebut adalah Golden Scene, yakni sebuah rangkaian adegan aksi panjang yang melibatkan perpaduan unsur drama serta komedi di lingkungan penjara.
Dilansir dari Detikcom, adegan krusial ini dilakukan dengan teknik pengambilan gambar (take) yang durasinya cukup panjang, dimulai tepat saat karakter cerita keluar dari sel tahanan.
"Itu satu scene, tapi ada sekitar 14-15 halaman skenario. Practice-nya memakan waktu lama karena bukan cuma sekuen fighting, tapi ada drama dan komedinya juga," kata Morgan Oey, Aktor.
Abimana Aryasatya menjelaskan bahwa tantangan terbesar bagi para pemeran adalah menjaga ketepatan waktu (timing) aspek komedi saat melakukan adegan fisik yang intens.
Menurut Abimana, kategori aksi komedi memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan laga biasa karena memerlukan ekspresi wajah komikal untuk menghidupkan humor tanpa mengurangi dampak fisik adegan.
Film Ghost in the Cell sendiri mengusung latar kehidupan lapas yang keras dengan menggabungkan genre horor, komedi, hingga kritik sosial ke dalam satu narasi besar.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 86 negara telah membeli lisensi penayangan film tersebut untuk diputar secara internasional.
Alur cerita Ghost in the Cell berfokus pada kekacauan di sebuah lembaga pemasyarakatan setelah kedatangan seorang narapidana baru yang merupakan mantan jurnalis kasus kriminal berat.
Situasi berubah mencekam ketika sejumlah narapidana ditemukan tewas secara tidak wajar yang diduga berkaitan dengan kekuatan supranatural di dalam penjara tersebut.