MoraRepublic Targetkan 5 Juta Homepass Perkuat Ekspansi Broadband

MoraRepublic Targetkan 5 Juta Homepass Perkuat Ekspansi Broadband
Foto: Ilustrasi MoraRepublic Targetkan 5 Juta Homepass Perkuat Ekspansi Broadband.

PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) atau MoraRepublic menargetkan pembangunan 5 juta homepass pada tahun ini untuk memperkuat layanan broadband nasional. Langkah strategis ini dilakukan pasca penggabungan entitas antara PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) dengan PT Eka Mas Republik (MyRepublic) sejak April 2026.

Dilansir dari Kontan pada Rabu (13/5/2026), perusahaan kini fokus memperluas jangkauan fixed wireless access (FWA) di 179 kota di Indonesia. Chief Network Officer MoraRepublic, Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa sinergi ini menyatukan keunggulan infrastruktur backbone Moratelindo dengan kekuatan penetrasi last mile milik MyRepublic.

Optimalisasi operasional menjadi prioritas utama manajemen dalam mengelola entitas hasil merger yang kini telah menjangkau sekitar 200 kota dan kabupaten. Infrastruktur perusahaan mencakup jaringan kabel bawah laut antarpulau, fiber optik daratan dari Sumatra hingga Papua, serta layanan enterprise dengan belasan ribu pelanggan.

"Jadi dua kekuatan ini saling sinergi, saling mengisi. Dengan bergabungnya dua kekuatan ini, ditargetkan ada banyak efisiensi, inovasi-inovasi teknologi yang baru, serta sinergi di berbagai macam sektor," ujar Hendra Gunawan, Chief Network Officer MoraRepublic.

Pemanfaatan jaringan backbone internal kini menggantikan ketergantungan pada pihak ketiga yang sebelumnya dilakukan MyRepublic untuk meningkatkan kualitas layanan. Ekspansi layanan fiber-to-the-home (FTTH) kini difokuskan pada wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, hingga Nusa Tenggara guna merespons lonjakan trafik data.

MoraRepublic juga mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas tim penjualan dan otomatisasi penanganan keluhan pelanggan. Di tengah tantangan kenaikan harga perangkat global seperti fiber optik dan chipset, perusahaan menerapkan strategi desain jaringan yang terukur agar belanja modal tetap efisien.

"Kami yakin internet sekarang sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Jadi, dengan adanya kolaborasi serta demand dan supply ekosistem ini, diharapkan juga bisa meningkatkan ekonomi digital di Indonesia," terang Hendra Gunawan, Chief Network Officer MoraRepublic.

Guna mempercepat pemerataan akses internet inklusif, perusahaan menjalin kolaborasi strategis dengan penyedia teknologi global ZTE. Langkah ini diambil untuk memastikan infrastruktur telekomunikasi perusahaan siap menghadapi tantangan teknologi di masa depan.

Artikel terkait

Rekomendasi