Momen Idul Adha 2026, Boiyen Ungkap Alasan Mengejutkan Tak Berkurban Tahun Ini

Momen Idul Adha 2026, Boiyen Ungkap Alasan Mengejutkan Tak Berkurban Tahun Ini
Foto: Momen Idul Adha 2026, Boiyen Ungkap Alasan Mengejutkan Tak Berkurban Tahun Ini. (Illustration by Pexels)

Komedian sekaligus presenter Boiyen membagikan kisah serunya saat merayakan momen Hari Raya Idul Adha tahun ini. Artis yang dikenal dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos ini mengaku merasakan suasana yang sangat hangat karena bisa berkumpul dengan keluarga besar.

Meskipun Idul Adha identik dengan ibadah penyembelihan hewan kurban, Boiyen mengungkapkan bahwa dirinya tidak melaksanakan ibadah tersebut untuk sementara waktu. Keputusan ini diambilnya dengan penuh pertimbangan meski suasana hari raya tetap terasa khidmat di kediamannya.

Candaan Boiyen Soal Kurban Perasaan

Saat ditemui oleh awak media di kawasan Tendean, Jakarta, pada Jumat, 29 Mei 2026, Boiyen memberikan respons yang cukup unik ketika ditanya mengenai persiapannya berkurban. Ia sempat melontarkan candaan ringan yang mengundang tawa para pencari berita di lokasi tersebut.

“Hah, kurban... kurban apa, kurban perasaan ya?” seloroh Boiyen sambil tertawa lepas. Ia kemudian menegaskan bahwa pada tahun ini dirinya memang sedang tidak melaksanakan ibadah kurban secara pribadi.

Walaupun tidak berkurban, Boiyen memastikan bahwa perayaan Idul Adha di rumahnya tidak kehilangan maknanya sama sekali. Ia memilih untuk fokus menghabiskan waktu berkualitas bersama sanak saudara yang jarang bertemu di hari biasa.

“Merayakannya di rumah dong bareng keluarga, ngumpul. Ya makan-makan biasa sama keluarga ngumpul biasanya. Mumpung kumpul saudara,” jelas Boiyen mengenai kegiatannya selama hari raya.

Tradisi Makan Bersama di Hari Raya

Sebagaimana perayaan Idul Adha pada umumnya, hidangan berbahan dasar daging sapi dan kambing menjadi sajian utama yang dinantikan. Boiyen menceritakan bahwa keluarganya memanfaatkan pemberian daging dari kerabat serta tetangga sekitar untuk diolah bersama.

Tradisi bakar satai pun menjadi agenda wajib yang dilakukan oleh keluarga besar Boiyen untuk menambah kemeriahan suasana. Ia menyebutkan bahwa persediaan daging di rumahnya cukup melimpah berkat kiriman dari banyak pihak yang berbagi kebahagiaan.

Beberapa fakta menarik mengenai kegiatan Boiyen di Hari Raya Idul Adha tahun ini antara lain:

  • Memilih merayakan hari raya di rumah pribadi bersama keluarga besar untuk mempererat tali silaturahmi.
  • Memutuskan untuk tidak melakukan ibadah kurban hewan pada tahun ini karena alasan tertentu.
  • Mendapatkan banyak kiriman daging kurban dari kerabat, teman, serta tetangga di lingkungan rumahnya.
  • Menggelar acara bakar satai bersama sebagai sarana berkumpul dan menikmati hidangan khas lebaran.
  • Membagikan kembali masakan daging yang telah diolah kepada tamu dan teman yang berkunjung.

Kegiatan berbagi ini dilakukan Boiyen agar semua orang yang datang ke rumahnya bisa merasakan nikmatnya hidangan lebaran secara merata. Selain itu, ia merasa senang bisa menjamu orang-orang terdekatnya dengan masakan buatan keluarga.

Kekhawatiran Terhadap Masalah Kesehatan

Di balik keseruan pesta makan daging, Boiyen ternyata tetap menaruh perhatian pada masalah kesehatan, terutama risiko kolesterol. Ia menyadari bahwa mengonsumsi daging merah secara berlebihan dalam waktu singkat bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Oleh karena itu, Boiyen berinisiatif membagikan hidangan satai yang ia masak kepada teman-teman dan saudara yang datang berkunjung. Strategi ini ia lakukan agar konsumsi daging di rumahnya tetap terkontrol dan tidak berlebihan.

“Ya karena kebanyakan, maksudnya enggak boleh banyak-banyak makan daging kan, nanti kolesterol. Jadi ya sudah, buat teman-teman sama saudara-saudara saja pada main, nyate,” ungkap Boiyen lebih lanjut.

Ia merasa lebih aman jika daging yang tersedia dinikmati bersama banyak orang daripada harus dihabiskan sendiri atau oleh keluarga inti saja. Hal ini sekaligus menjadi caranya untuk tetap sehat di tengah melimpahnya stok makanan berlemak.

Hanya Membantu Bagian Menusuk Daging

Meskipun ikut serta dalam proses mengolah daging, Boiyen mengakui bahwa dirinya bukanlah orang yang ahli dalam urusan dapur. Ia secara terang-terangan menyebutkan tidak menguasai teknik meracik bumbu masakan yang lezat.

Dalam proses pembuatan satai, ia hanya mengambil peran yang paling sederhana dan tidak membutuhkan keahlian khusus. Keterlibatannya lebih kepada meramaikan suasana agar proses memasak bersama keluarga terasa lebih menyenangkan.

“Enggak sih, cuma nyate doang. Saya mah bagian nusukin doang. Kalau bumbu-bumbu satai saya enggak tahu,” tutur Boiyen sambil kembali tertawa mengenang perannya di dapur.

Baginya, yang terpenting bukanlah siapa yang memasak atau seberapa hebat bumbunya, melainkan kebersamaan yang tercipta saat proses tersebut berlangsung. Momen-momen sederhana seperti menusuk daging satai inilah yang menurutnya menjadi kenangan manis setiap tahunnya.

Ringkasan informasi mengenai aktivitas Boiyen selama Idul Adha dapat dilihat pada tabel berikut:

Kategori Kegiatan Keterangan Detail
Lokasi Perayaan Rumah pribadi bersama keluarga besar.
Status Kurban Tidak melaksanakan kurban hewan tahun ini.
Menu Utama Satai daging sapi dan kambing hasil pemberian.
Peran di Dapur Membantu menusuk daging (tidak meracik bumbu).
Fokus Utama Silaturahmi dan menjaga kesehatan dari kolesterol.

Data di atas menunjukkan bahwa meskipun Boiyen tidak berkurban, ia tetap aktif dalam merayakan Idul Adha dengan cara yang positif. Fokus utamanya tetap pada aspek kebersamaan dan berbagi dengan sesama di lingkungan terdekatnya.

Dengan gaya yang selalu ceria, Boiyen menutup ceritanya dengan harapan agar Idul Adha tahun ini membawa berkah bagi semua orang. Meskipun ia hanya bertugas menusuk daging, ia merasa senang bisa menjadi bagian dari kemeriahan hari raya bersama orang-orang tersayang.

Artikel terkait

Rekomendasi