PT Mitra Pack Tbk (PTMP) membukukan penjualan neto senilai Rp 207,6 miliar sepanjang tahun 2025 dalam paparan publik di Jakarta pada Jumat (22/5/2026). Dilansir dari Investor Daily, emiten distributor mesin pengemasan ini mengalami pertumbuhan penjualan sebesar 7,9 persen dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 192,3 miliar.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh performa positif pada segmen consumables dan suku cadang yang melonjak 12,54 persen. Selain itu, emiten berkode saham PTMP ini juga meraih laba kotor sebesar Rp 62,26 milar, meski pada saat yang sama harus mencatatkan rugi bersih senilai Rp 62,07 miliar.
"Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan kinerja segmen consumables dan suku cadang sebesar 12,54%," ungkap Ardi dalam paparan publik PTMP, Jumat (22/5/2026).
Pihak manajemen menjelaskan bahwa hasil finansial tersebut merefleksikan komitmen perseroan dalam mempertahankan operasional bisnis di tengah ketatnya persaingan industri dan fluktuasi ekonomi. Untuk memperkuat daya saing, PTMP bersiap memperluas jangkauan pasar dengan memperkuat penjualan serta layanan purna jual di Surabaya dan Semarang, sekaligus berinovasi pada kemasan ramah lingkungan.
"Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung daya saing dan keberlanjutan usaha perseroan," jelasnya.
Dalam memperluas penetrasi pasar, perseroan menambah lini produk baru pada kategori product inspection, product identification, hingga specialty packaging. Pada segmen product inspection, PTMP bermitra dengan merek premium Jerman Bizerba dan sistem inspeksi asal China, sedangkan pada lini product identification, perseroan bekerja sama dengan Markem-Imaje untuk solusi otomatisasi coding and marking yang telah diterapkan di Chandra Asri Petrochemical dan Nutricia milik Danone Indonesia. Untuk segmen specialty packaging, kerja sama dijalin dengan produsen mesin Spanyol, ULMA Packaging.
Memasuki tahun 2026, PTMP mencanangkan target pertumbuhan kinerja sekitar 15 persen melalui ekspansi pasar, penambahan portofolio produk alat medis sekali pakai, dan memperkuat jaringan penjual resmi domestik. Perseroan membidik penjualan neto sebesar Rp 238,81 miliar pada 2026, Rp 274,63 miliar pada 2027, dan Rp 302,1 miar pada 2028, dengan target laba bersih masing-masing sebesar Rp 14,33 miliar, Rp 16,48 gillar, dan Rp 18,13 miliar.
"Perseroan tetap optimistis menjaga stabilitas kinerja melalui ekspansi pasar, penguatan teknologi, dan peningkatan efisiensi operasional," tutur Ardi.
Strategi penetrasi pasar ke depan akan difokuskan pada sektor dengan permintaan stabil seperti makanan, minuman, farmasi, serta produk konsumsi. Pihak manajemen berupaya mengintegrasikan sistem coding and marking, labeling, serta sistem inspeksi terintegrasi guna merespons tren otomatisasi dan digitalisasi manufaktur.
"Pertumbuhan industri kemasan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi perseroan di pasar," sebut dia.
Sebagai langkah strategis dalam memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha jangka panjang, PT Mitra Pack Tbk menjadwalkan pelaksanaan aksi korporasi pada 19 Juni 2026.