PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memberikan pinjaman senilai US$175 juta atau sekitar Rp3,09 triliun kepada perusahaan terkendalinya, PT Pani Bersama Tambang (PBT). Dana tersebut disalurkan untuk menyokong kebutuhan modal kerja serta operasional pengelolaan Tambang Emas Pani di Gorontalo, dilansir dari Investor Daily pada Selasa (19/5/2026).
"Perseroan dan Pani Bersama telah menandatangani perjanjian yang berlaku efektif pada tanggal 12 Mei 2026, di mana perseroan sepakat untuk menyediakan pinjaman kepada PBT dengan jumlah US$175 juta," tulis direksi EMAS dalam keterangan resmi kepada otoritas bursa, Senin (18/5/2026).
Fasilitas pembiayaan ini dikenakan tingkat bunga term SOFR 3 bulanan ditambah marjin 3% per tahun. Manajemen menetapkan tenggat waktu jatuh tempo pinjaman tersebut hingga tanggal 31 Agustus 2029.
"Dana tersebut wajib digunakan oleh Pani Bersama untuk keperluan PBT, termasuk untuk pengeluaran modal dan operasional, serta modal kerja PBT," ujar direksi Merdeka Resources.
Tambang Emas Pani di Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo merupakan salah satu aset utama EMAS yang memiliki umur tambang multidekade. Wilayah ini menyimpan cadangan bijih emas dan perak mencapai 203,1 juta ton yang setara dengan 5,2 juta ounces emas dan 5,5 juta ounces perak.
Aktivitas penambangan di lokasi tersebut telah dimulai sejak 1 Oktober 2025. Selanjutnya, emiten tambang ini berhasil melaksanakan penuangan emas perdana pada kuartal pertama tahun 2026.
Operasional proyek dirancang sebagai tambang terbuka dan dikembangkan bertahap melalui metode heap leach berkapasitas awal 8 juta ton bijih per tahun. Target kapasitas operasional akan ditingkatkan melalui studi ekspansi menjadi 10 juta ton per tahun setelah tahun 2026.
Pengembangan fase berikutnya berfokus pada penataan ulang fasilitas carbon-in-leach (CIL) yang ditargetkan beroperasi pada 2028. Fasilitas ini didesain memiliki kapasitas hingga 12 juta ton bijih per tahun untuk mengejar potensi puncak produksi sebesar 500.000 ounces emas per tahun.