Kesempatan bermain belum banyak didapatkan oleh Mauro Zijlstra semenjak dirinya bergabung dengan Persija Jakarta pada bursa transfer Januari 2026. Seperti dikutip dari Bola, penyerang naturalisasi tim nasional Indonesia tersebut sebelumnya merumput di Eredivisie bersama FC Volendam.
Ketika berada di kasta tertinggi Liga Belanda itu, Zijlstra melewati situasi sulit untuk menembus skuad utama. Dirinya lebih sering menghabiskan waktu di bangku cadangan tanpa memperoleh menit bermain.
Kondisi tersebut mendorong pemain yang kini menginjak usia 21 tahun itu untuk melanjutkan karier sepak bolanya di Indonesia bersama Macan Kemayoran. Langkah kepindahannya sempat menjadi pusat perhatian lantaran ia memilih meninggalkan kompetisi Eropa demi berkompetisi di Super League.
Kendati demikian, awal perjalanan karier Mauro Zijlstra bersama Persija Jakarta tidak langsung berjalan mulus. Striker yang memiliki postur tubuh setinggi 188 sentimeter tersebut baru mencatatkan penampilan dalam tiga pertandingan.
Pada dua pertandingan pertamanya bersama tim ibu kota, Zijlstra hanya turun sebagai pemain pengganti dari bangku cadangan. Setelah momen tersebut, ia justru dihantam cedera pangkal paha ketika memperkuat Timnas Indonesia dalam turnamen FIFA Series 2026 menghadapi Saint Kitts and Nevis.
Masalah cedera itu memaksa sang penyerang untuk menepi dari lapangan hijau selama kurang lebih dua bulan. Zijlstra tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya terhadap situasi tersebut, namun ia memilih untuk tetap berkonsentrasi penuh pada proses pemulihan fisiknya.
"Sulit bagi saya untuk menerimanya. Tapi saya harus melangkah maju," ucap Zijlstra saat itu.
"Saya akan mengambil waktu untuk pulih sepenuhnya."
"Mencetak lebih banyak gol di masa depan. Terima kasih atas dukungannya," tutup sang striker.
Akibat dari cedera tersebut, proses adaptasi Zijlstra bersama skuad Persija Jakarta berjalan lebih lambat sepanjang putaran kedua Super League musim 2025-2026. Ia akhirnya baru bisa merumput kembali saat Persija berhadapan dengan Persik Kediri pada pekan ke-33, Sabtu (16/5/2026).
Pelatih Mauricio Souza langsung memberikan kepercayaan kepada Zijlstra untuk turun sebagai starter sejak menit pertama. Dalam skema pertandingan tersebut, ia diplot sebagai ujung tombak dengan sokongan dari Jean Mota dan Alaeddine Ajaraie yang bergerak di area sayap.
Oleh karena kebugaran fisiknya belum mencapai tingkat maksimal, Zijlstra kemudian ditarik keluar dan digantikan pada menit ke-55. Laga tersebut sendiri berhasil dimenangkan oleh Persija Jakarta dengan skor akhir 3-1 atas Persik Kediri.
Secara keseluruhan, dari total tiga penampilan yang sudah dijalani bersama Macan Kemayoran, Mauro Zijlstra baru mengumpulkan durasi bermain masing-masing selama 16 menit, lima menit, dan 55 menit.