Banyak umat Islam mencari amalan yang menenangkan hati sekaligus menghadirkan harapan baik di tengah dinamika kehidupan yang penuh ketidakpastian. Salah satu amalan yang kini semakin banyak dibaca adalah Sholawat Busyro.
Seperti dilansir dari Cahaya, sholawat ini dikenal sebagai amalan yang kaya akan makna spiritual. Lantunan ini bukan sekadar pujian kepada Nabi Muhammad SAW, melainkan juga doa untuk memohon kabar gembira, kelapangan hidup, serta perlindungan dari segala kesulitan.
Sholawat Busyro termasuk salah satu selawat yang populer di lingkungan pesantren dan masyarakat Muslim Indonesia. Amalan ini dinisbatkan serta diajarkan oleh Seggaf bin Hasan Baharun.
Berikut adalah lafaz lengkap Sholawat Busyro beserta transliterasi dan artinya:
Ϻ┘Ä┘ä┘ä┘æ┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ÏÁ┘Ä┘ä┘æ┘É ┘ê┘ÄÏ│┘Ä┘ä┘æ┘É┘à┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ï│┘Ä┘è┘æ┘ÉÏ»┘É┘å┘ÄϺ ┘à┘ÅÏ¡┘Ä┘à┘æ┘ÄÏ»┘ì ÏÁ┘ÄϺϡ┘ÉÏ¿┘É Ïº┘ä┘ÆÏ¿┘ÅÏ┤┘ÆÏ▒┘Ä┘ë ÏÁ┘Ä┘ä┘ÄϺϮ┘ï Ϭ┘ÅÏ¿┘ÄÏ┤┘æ┘ÉÏ▒┘Å┘å┘ÄϺ Ï¿┘É┘ç┘ÄϺ ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘ç┘Æ┘ä┘Ä┘å┘ÄϺ ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘ê┘Æ┘ä┘ÄϺϻ┘Ä┘å┘ÄϺ ┘ê┘Äϼ┘Ä┘à┘É┘èÏ╣┘Ä m┘ÄÏ┤┘ÄϺ┘è┘ÉÏ«┘É┘å┘ÄϺ ┘ê┘Ä┘à┘ÅÏ╣┘Ä┘ä┘æ┘É┘à┘É┘è┘å┘ÄϺ ┘ê┘ÄÏÀ┘Ä┘ä┘ÄÏ¿┘ÄϬ┘É┘å┘ÄϺ ┘ê┘ÄÏÀ┘ÄϺ┘ä┘ÉÏ¿┘ÄϺϬ┘É┘å┘ÄϺ ┘à┘É┘å┘Æ ┘è┘Ä┘ê┘Æ┘à┘É┘å┘ÄϺ ┘ç┘ÄÏ░┘ÄϺ ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ë ┘è┘Ä┘ê┘Æm┘É Ïº┘ä┘ÆÏóÏ«┘ÉÏ▒┘ÄÏ®┘É
Allaahumma shalli wa sallim ÔÇÿalaa Sayyidinaa Muhammadin shaahibil busyraa, shalaatan tubasysyirunaa bihaa wa ahlanaa wa awlaadanaa wa jamiiÔÇÖa masyaayikhinaa wa muÔÇÖallimiinaa wa thalabatinaa wa thaalibaatinaa min yawminaa haadzaa ilaa yawmil aakhirah.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, pembawa kabar gembira. Limpahkanlah sholawat yang dengan itu Engkau memberikan kabar gembira kepada kami, keluarga kami, anak-anak kami, para guru kami, serta seluruh penuntut ilmu, sejak hari ini hingga hari akhir."
Makna Spiritual Sholawat Busyro
Kata busyro secara bahasa memiliki arti "kabar gembira". Pengertian tersebut menjadi inti dari doa yang dipanjatkan dalam rangkaian kata sholawat ini.
Lantunan Sholawat Busyro mengandung harapan besar agar kehidupan manusia dipenuhi dengan kebaikan, baik untuk urusan dunia maupun akhirat. Amalan ini menyatukan pujian kepada Rasulullah dengan permohonan hamba-Nya.
Dalam buku Bunga Rampai Kelisanan Masyarakat Santri Kota Pasuruan karya Tristan Rokhmawan dkk, tradisi pembacaan Sholawat Busyro mencerminkan budaya religius masyarakat santri. Budaya ini memadukan doa, harapan, dan kecintaan kepada Rasulullah dalam satu amalan.
Beberapa makna utama yang terkandung di dalam sholawat ini meliputi:
- Doa kolektif yang dipanjatkan tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan juga bagi keluarga, guru, serta seluruh penuntut ilmu.
- Harapan keberkahan hidup untuk memohon kemudahan, ketenangan, dan jalan keluar dari setiap kesulitan.
- Penguatan spiritual untuk membangun kedekatan batin yang erat dengan Nabi Muhammad SAW.
Keutamaan Membaca Sholawat Busyro
Keutamaan membaca sholawat secara umum telah banyak dijelaskan dalam hadis sahih. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali..." (HR An-NasaÔÇÖi)
Hadis tersebut menegaskan bahwa setiap sholawat yang diucapkan akan dibalas dengan rahmat yang berlipat ganda dari Allah SWT.
Dalam konteks Sholawat Busyro, sejumlah ulama dan habaib menerangkan beberapa keutamaan yang dapat dirasakan oleh umat yang rutin mengamalkannya, antara lain:
1. Membuka Jalan Kemudahan
Sholawat Busyro dipercaya menjadi wasilah untuk memohon kelapangan hidup. Berdasarkan penjelasan Seggaf bin Hasan Baharun, amalan ini mampu mengurangi kegelisahan hati sekaligus mendatangkan solusi atas berbagai persoalan.
2. Menguatkan Rasa Cinta kepada Rasulullah
Melantunkan sholawat secara konsisten akan menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Hal ini kemudian mendorong seseorang untuk meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mengharap Syafaat di Hari Kiamat
Dalam ajaran Islam, orang yang memperbanyak bacaan sholawat memiliki harapan besar untuk mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak.
Cara dan Waktu Terbaik Mengamalkan
Tidak ada aturan kaku yang mengikat umat Islam dalam membaca Sholawat Busyro. Namun, terdapat beberapa anjuran praktik yang berkembang subur di kalangan pesantren.
Amalan ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak 41 kali setelah menunaikan salat Subuh. Masyarakat juga biasa mengamalkannya secara rutin sebagai wirid harian sembari memanjatkan hajat pribadi.
Dalam buku karya Tristan Rokhmawan, dijelaskan bahwa pengulangan sebanyak 41 kali memiliki nilai simbolik dalam tradisi wirid. Angka ini menjadi bentuk kesungguhan seorang hamba dalam berdoa kepada Tuhannya.
Agar mendapatkan hasil yang lebih optimal, Sholawat Busyro dapat dibaca pada waktu-waktu mustajab yang dianjurkan dalam Islam. Waktu tersebut meliputi setelah salat fardhu, hari Jumat, sepertiga malam terakhir, atau saat hati sedang gelisah.
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, dijelaskan bahwa memperbanyak zikir dan sholawat pada waktu-waktu utama tersebut dapat memperkuat hubungan spiritual seorang hamba dengan Allah SWT.
Di tengah tekanan kehidupan modern, banyak orang memilih Sholawat Busyro sebagai terapi spiritual karena lafaznya mudah diingat, maknanya luas menyentuh berbagai aspek kehidupan, serta mampu memberikan ketenangan batin yang mendalam.