Kompetisi bola voli Korea Selatan musim 2026/2027 diprediksi kembali diguncang dampak besar dari fenomena "Mega Impact".
Suwon Hyundai E&C Hillstate resmi mengumumkan perekrutan atlet voli Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, sebagai pemain kuota Asia, dikutip dari Lifestyle.
Sebelum bergabung dengan Hyundai E&C, Megawati telah memperkuat Daejeon JungKwanJang Red Sparks selama dua musim berturut-turut sejak periode 2023/2024.
Kualitas permainan yang impresif selama membela Red Sparks membuat Megawati dinilai sebagai salah satu pemain kuota Asia terbaik sepanjang sejarah liga.
Pengaruh besar di dalam lapangan bahkan membuat atlet asal Indonesia ini mendapatkan julukan sebagai "Kim Yeon-koung Indonesia".
Pada musim pertamanya di Korea Selatan, Megawati langsung menjelma menjadi mesin gol utama dan mengantarkan Red Sparks menduduki peringkat ketiga klasemen reguler.
Kontribusi besar tersebut sekaligus menyudahi penantian panjang Red Sparks yang akhirnya lolos ke babak postseason untuk pertama kali dalam kurun waktu tujuh tahun.
Ketajaman performa Megawati semakin terbukti pada musim 2024/2025 dengan menduduki urutan ketiga dalam daftar pencetak poin terbanyak setelah mengemas 802 angka.
Ia juga mendominasi berbagai statistik serangan penting di liga, mulai dari delayed attack, open attack, hingga back-row attack.
Megawati sukses membawa Red Sparks menyingkirkan Hyundai E&C di fase playoff sebelum melaju ke partai final championship melawan Incheon Heungkuk Life Pink Spiders.
Meskipun tampil dalam kondisi cedera lutut kanan pada partai puncak tersebut, ia tetap mencuri perhatian lewat performa sengit melawan legenda voli Korea, Kim Yeon-koung.
Tercatat Megawati mengemas 40 poin pada gim ketiga, diikuti 38 poin di gim keempat, dan 37 poin pada gim kelima, meski Red Sparks akhirnya gagal mengunci gelar juara.
Setelah kompetisi musim tersebut berakhir, Megawati memutuskan meninggalkan V-League karena ingin mendampingi ibundanya yang sedang mengalami sakit di Indonesia.
Perpisahan emosional yang diwarnai tangis pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, saat memeluk Megawati di bandara sempat menjadi sorotan luas publik bola voli.
Kini, Megawati dipastikan kembali berkarier di Korea Selatan dengan seragam Hyundai E&C untuk mengarungi kompetisi musim depan.
Manajemen Hyundai E&C juga mendaratkan outside hitter asal Amerika Serikat, Jordan Wilson, guna mendampingi Megawati di lini serang.
Kombinasi Megawati dan Jordan Wilson diharapkan mampu menghadirkan daya gempur yang seimbang dari sektor kiri maupun kanan lapangan pertandingan.
"Merupakan sebuah kehormatan bisa bermain untuk klub besar seperti Hyundai E&C. Saya akan memberikan yang terbaik untuk membantu tim meraih gelar juara dengan performa yang lebih matang," ujar Megawati.
Pelatih kepala Hyundai E&C, Kang Sung-hyung, menegaskan bahwa kualitas performa yang dimiliki Megawati sudah teruji dengan sangat baik di kompetisi domestik.
"Mega adalah pemain yang kualitasnya sudah teruji di liga. Dia akan menjadi aset besar, bukan hanya untuk memperkuat serangan, tetapi juga dalam pengelolaan taktik tim," ujar Kang Sung-hyung.
Kedatangan Megawati diproyeksikan bakal menghidupkan kembali fenomena "Mega Fever" yang sebelumnya sempat mendongkrak popularitas V-League secara masif.
Saat masih berseragam Red Sparks, ribuan pendukung asal Indonesia kedapatan selalu memenuhi tribune arena pertandingan untuk memberikan dukungan langsung.
Dampak popularitas tersebut membuat jumlah pelanggan saluran YouTube resmi milik Red Sparks melonjak tajam lebih dari 10 kali lipat dari angka awal 30.000 subscriber.
Lonjakan interaksi digital akibat efek Megawati ini juga turut dirasakan oleh akun media sosial resmi milik V-League serta Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO).
Red Sparks bahkan sempat memetik keuntungan pemasaran yang besar usai menggelar pertandingan ekshibisi khusus di wilayah Indonesia.
Kehadiran Megawati di kompetisi Korea Selatan sejak 2023 secara tidak langsung juga ikut mendongkrak tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terhadap merek JungKwanJang.