PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diproyeksikan mencatat performa keuangan yang kuat pada semester II-2023 seiring dengan tren kenaikan rata-rata harga minyak dan gas serta peningkatan kontribusi laba dari entitas asosiasi, dilansir dari Investortrust.
Analis Ciptadana Sekuritas Arief Budiman menjelaskan bahwa penguatan harga minyak pada kuartal III-2023 yang mencapai rata-rata US$ 86 per barel menjadi katalis positif bagi perseroan setelah sempat mengalami penurunan pada paruh pertama tahun ini.
"Berdasarkan hasil analisis sensitif kami menunjukkan bahwa setiap kenaikan harga minyak sebesar 5%, laba bersih perseroan berpotensi naik 11%," kata Arief Budiman dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, awal bulan ini.
Arief menambahkan bahwa Medco juga akan mendapatkan sokongan besar dari PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) di mana perseroan memegang kepemilikan saham sebesar 21,09% melalui PT Medco Energi.
"Amman Mineral juga menyebutkan telah berhasil menjual seluruh cadangan hasil produksi selama empat bulan atas penundaan izin ekspor sepanjang empat bulan tersebut. Dengan demikian inventori perseroan kembali normal ke level tujuh minggu," tulis Arief Budiman.
Ciptadana Sekuritas kini merevisi naik target harga saham MEDC menjadi Rp 2.100 dengan rekomendasi beli, yang juga mempertimbangkan rencana divestasi working interest di Blok 12 W (ChimSao) Vietnam dan akuisisi aset migas di Timur Tengah.
Sentimen positif serupa juga datang dari analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan yang menetapkan target harga baru pada level Rp 1.900 dengan ekspektasi produksi migas mencapai 160 mboepd sepanjang tahun ini.
Hasan menekankan bahwa pertumbuhan operasional Medco pada paruh kedua akan sangat solid didukung pemulihan kinerja Amman Mineral yang diprediksi melampaui target produksi tembaga dan emas tahunan.
Sementara itu, CGS CIMB Sekuritas menempatkan saham MEDC sebagai pilihan utama di sektor migas menyusul ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi menjaga harga minyak dunia tetap tinggi.
Analis CGS CIMB Sekuritas Wisnu Trihatmojo, Genie Purnamasari, dan Bob Setiadi memperingatkan adanya risiko gangguan pasokan jika sanksi terhadap Iran diberlakukan oleh Amerika Serikat.
"Kami mengkhawatirkan konflik Israel-Hamas dapat memicu Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada Iran terkait pelarangan ekspor minyak. Sedangkan Iran kemungkinan membalas sanksi tersebut dengan pelarangan pelayaran di selat Hormuz," tulis riset CGS CIMB Sekuritas.
CEO Medco Energi Roberto Lorato menyatakan bahwa meskipun hasil semester pertama dipengaruhi oleh penurunan harga minyak tahun-ke-tahun, saat ini kondisi pasar telah kembali pulih dan operasional perusahaan tetap stabil.
"IPO AMMN pada Juli 2023 sukses besar dan percepatan ekspor sedang dilakukan untuk mengejar penundaan di semester pertama," kata Roberto Lorato.
Direktur Utama MedcoEnergi Hilmi Panigoro sebelumnya memberikan penegasan bahwa strategi pertumbuhan perusahaan akan terus berfokus pada tiga pilar utama untuk jangka panjang.
Hilmi Panigoro menegaskan bahwa pengembangan MEDC ke depan adalah fokus pada tiga lini bisnis utama, yaitu minyak dan gas (migas), ketenagalistrikan yang berkelanjutan, serta pertambangan tembaga dan emas.
Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas energi terbarukan hingga 30% pada tahun 2030 melalui berbagai proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi dan surya di berbagai wilayah Indonesia.