Mauricio Souza Resmi Pamit dari Persija Jakarta Setelah Dua Musim

Mauricio Souza Resmi Pamit dari Persija Jakarta Setelah Dua Musim
Foto: Ilustrasi Mauricio Souza Resmi Pamit dari Persija Jakarta Setelah Dua Musim.

Kursi kepelatihan Persija Jakarta dipastikan mengalami perubahan untuk menyambut musim kompetisi yang baru. Pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, resmi mengakhiri masa baktinya bersama klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.

Perpisahan ini terjadi setelah juru taktik asal Negeri Samba tersebut menyelesaikan masa kontrak kerja sama selama dua musim di kasta tertinggi Liga Indonesia. Seperti dikutip dari Suara, kebersamaan kedua belah pihak dipastikan tidak berlanjut untuk musim 2026/2027.

Melalui sebuah unggahan di akun media sosial pribadinya, pelatih berkebangsaan Brasil itu membagikan pesan emosional. Ia merefleksikan kembali perjalanan karier sepak bolanya yang sarat kenangan manis selama menukangi tim kebanggaan Ibu Kota tersebut.

Rasa bangga yang mendalam diutarakan oleh sang pelatih atas pencapaian kolektif bersama skuad Macan Kemayoran. Salah satu torehan penting di bawah arahannya adalah keberhasilan tim mengamankan peringkat ketiga pada klasemen akhir kompetisi.

ÔÇ£Satu musim spesial lainnya di sepak bola Indonesia telah berakhir," kata Souza di Instagramnya.

"Di tahun kedua saya di negara ini, saya bangga dengan perjalanan yang kami bangun bersama Persija Jakarta, mengakhiri liga di posisi ketiga dan menghormati tradisi klub besar ini,ÔÇØ sambungnya.

Ungkapan apresiasi yang mendalam juga mengalir bagi seluruh pihak yang telah bersinergi memberikan dukungan penuh sepanjang kompetisi bergulir. Apresiasi tersebut ia tujukan kepada para pemain, jajaran staf, manajemen, hingga kelompok suporter setia.

ÔÇ£Terima kasih kepada seluruh pemain, staf pelatih, staf klub, karyawan, dan terutama para suporter yang selalu mendukung kami sepanjang musim 2025/2026," ucapnya.

"Terima kasih atas dukungan, kepercayaan, dan kebersamaan dalam perjalanan ini,ÔÇØ lanjutnya.

Kendati belum berhasil mempersembahkan trofi juara utama, performa tim di bawah komando taktis juru strategi asal Brasil ini dinilai tetap memperlihatkan daya saing yang tinggi. Hal itu dibuktikan lewat keberhasilan mengunci posisi tiga besar klasemen akhir Super League 2025/2026.

Menyusul kepastian hengkangnya sang nakhoda utama, manajemen Macan Kemayoran kini mulai mengalihkan fokus untuk berburu arsitek taktik baru. Hingga saat ini, sosok yang akan menahkodai tim kesayangan Jakmania untuk musim mendatang masih menjadi teka-teki.

Artikel terkait

Rekomendasi