Pembalap andalan tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, menunjukkan reaksi tegas menanggapi anggapan yang menyebut performa Aprilia kini telah melampaui timnya. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu memberikan pembelaan dan meyakini bahwa Ducati masih memiliki ruang yang cukup besar untuk terus melakukan pengembangan di sisa musim MotoGP 2026.
Komentar ini muncul setelah melihat dinamika persaingan di lintasan balap yang menunjukkan pergeseran kekuatan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski Aprilia tengah menunjukkan taringnya, Marquez tetap optimis bahwa pabrikan asal Italia yang dibelanya tersebut akan segera kembali ke performa puncaknya.
Analisis Dominasi Ducati yang Mulai Terusik Aprilia Racing
Jika menilik ke belakang, Ducati sebenarnya sempat mencatatkan dominasi yang sangat luar biasa sepanjang kompetisi MotoGP musim 2025 yang lalu. Pabrikan ini sukses mengamankan gelar juara dunia konstruktor dengan perolehan poin yang sangat mencolok, yakni mencapai angka 768 poin.
Selisih poin yang mereka miliki saat itu sangat jauh, di mana mereka unggul hingga 350 poin di atas Aprilia Racing yang menempati posisi kedua. Keberhasilan Ducati pada musim lalu juga terlihat dari prestasi individu para pembalapnya yang mendominasi papan atas klasemen pembalap.
Marc Marquez sendiri berhasil keluar sebagai juara dunia musim 2025 dengan mengumpulkan total 545 poin sepanjang kompetisi tersebut. Di belakangnya, sang adik yakni Alex Marquez yang membela Gresini Racing, mengekor di posisi kedua dengan raihan 467 poin.
Namun, situasi dominan tersebut nampaknya tidak lagi berjalan mulus pada awal kompetisi musim 2026 ini. Hingga saat ini, posisi Ducati harus rela tergeser ke peringkat kedua dalam klasemen sementara konstruktor MotoGP.
Berikut adalah ringkasan perbandingan klasemen konstruktor sementara di musim MotoGP 2026:
| Posisi | Tim Konstruktor | Poin Sementara |
|---|---|---|
| 1 | Aprilia Racing | 218 Poin |
| 2 | Ducati | 187 Poin |
Data di atas memperlihatkan bahwa Ducati saat ini tertinggal sejauh 31 poin dari Aprilia Racing yang tengah memimpin klasemen. Meskipun ada selisih poin, perbedaan tersebut dianggap masih cukup tipis bagi Marc Marquez untuk menutup kemungkinan bangkit.
Keyakinan Marc Marquez Terhadap Potensi Motor Ducati
Marc Marquez secara terbuka menolak gagasan bahwa motor Aprilia saat ini sudah berada di level yang lebih tinggi dibandingkan dengan Ducati. Ia berargumen bahwa performa yang ditunjukkan Ducati sejauh ini belum mencapai batas kemampuan yang sebenarnya di lintasan balap.
Marquez merasa dirinya sendiri masih berproses untuk memahami karakter motornya secara lebih mendalam agar bisa tampil lebih kompetitif. Baginya, evaluasi mengenai siapa yang terbaik tidak bisa dilakukan hanya dengan melihat hasil dari beberapa seri awal saja.
Terkait perbandingan kekuatan antar pabrikan ini, Marc Marquez memberikan pernyataannya secara detail:
- Ia menyatakan tidak bisa melabeli performa motor sebagai lebih baik atau lebih buruk secara prematur.
- Marquez merasa belum mampu mengeluarkan potensi maksimal yang dimiliki oleh motor Ducati saat ini.
- Dirinya masih berupaya keras untuk menemukan performa terbaik dari paket motor yang disediakan oleh Ducati Lenovo.
- Ada optimisme besar bahwa Ducati akan berkembang seiring berjalannya waktu dan penyesuaian teknis yang dilakukan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa fokus utama Marquez saat ini adalah memperbaiki catatan waktunya sendiri dibandingkan memikirkan keunggulan lawan. Ia percaya bahwa jika potensi tersembunyi dari motor Ducati bisa dibuka, maka posisi di klasemen akan berubah dengan sendirinya.
Kondisi ini memang cukup kontras dengan hasil balapan terakhir, di mana Marquez sempat tertinggal cukup jauh dari pemuncak klasemen sementara, Marco Bezzecchi. Bezzecchi yang saat ini tampil perkasa menjadi tantangan tersendiri bagi Marquez untuk kembali merangkak naik ke papan atas.
Meski begitu, dengan pengalaman panjang yang dimiliki sang pemegang gelar juara dunia delapan kali, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Marc Marquez tetap menjadi sosok yang paling diperhatikan dalam setiap seri balapan MotoGP untuk melihat sejauh mana kebangkitan Ducati di tangan sang juara.