Mako Komuro kini menjalani realitas baru sebagai warga sipil setelah memutuskan meninggalkan lingkungan kekaisaran Jepang. Sosok yang merupakan anak pertama dari Putra Mahkota Fumihito tersebut kini menetap di Amerika Serikat bersama keluarganya.
Dilansir dari Wolipop, gaya hidup sederhana keponakan Kaisar Naruhito ini kembali menjadi pusat perhatian publik. Foto-foto terbaru memperlihatkan dirinya sedang membawa tas belanja dari jaringan retail Target saat berbelanja keperluan sehari-hari.
Mako bersama suaminya, Kei Komuro, serta buah hati mereka dilaporkan telah berpindah lokasi hunian. Mereka kini menempati sebuah kondominium yang berada di kawasan Fairfield County, Connecticut.
Lingkungan baru ini dinilai memberikan suasana yang jauh lebih tenang dan privat bagi keluarga kecil tersebut. Sebelumnya, mereka diketahui sempat tinggal di kawasan Hell's Kitchen yang berada di jantung Manhattan, New York.
Keluarga ini tampak mulai terbiasa dengan ritme kehidupan di pinggiran kota. Mereka menghabiskan waktu dengan mengunjungi berbagai fasilitas lokal, mulai dari toko roti hingga toko keju di sekitar tempat tinggal mereka.
Karier dan Kemandirian Finansial
Meski berasal dari garis keturunan bangsawan tertinggi di Jepang, Mako memilih untuk bekerja dan hidup mandiri secara finansial. Ia memanfaatkan keahliannya sebagai sejarawan seni untuk berkarier di dunia museum.
Di New York, Mako tercatat pernah menyumbangkan tenaganya sebagai sukarelawan di The Metropolitan Museum of Art. Dalam perannya tersebut, ia membantu kurator untuk mengelola berbagai koleksi seni Asia yang ada di sana.
Kei Komuro juga telah memantapkan karier profesionalnya di Amerika Serikat. Setelah menyelesaikan studi di Fordham Law School, ia berhasil lulus ujian pengacara pada Oktober 2022 dan kini aktif bekerja sebagai associate.
Spesialisasi Profesional Kei Komuro
Kei saat ini bergabung dengan firma hukum Lowenstein Sandler LLP. Di tempat kerjanya tersebut, ia fokus menangani bidang hukum yang berkaitan dengan keamanan nasional serta perdagangan global.
Keputusan pasangan ini untuk hidup tanpa tunjangan dari kerajaan Jepang menunjukkan komitmen mereka terhadap kemandirian. Hingga saat ini, keduanya juga sangat menjaga privasi keluarga, termasuk merahasiakan nama serta gender anak mereka.