Legenda AC Milan Paolo Maldini mengkritik sistem sepak bola Italia yang dinilai kurang memiliki perencanaan matang jika dibandingkan dengan kemajuan pesat olahraga tenis di negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan Maldini saat menghadiri turnamen tenis Italian Open di Roma pada Kamis (14/5/2026).
Komentar tersebut muncul setelah Maldini mengamati keberhasilan petenis Italia, Jannik Sinner, yang mencapai peringkat satu dunia. Dilansir dari Bola, keberhasilan sektor tenis dianggap sebagai hasil dari pembinaan jangka panjang yang konsisten dan sistematis.
"Saya pikir memiliki pemain nomor satu dunia tentu meningkatkan minat pada olahraga ini, tetapi memiliki begitu banyak pemain Italia di peringkat 100 teratas sekarang bukanlah kebetulan," kata Maldini, Legenda AC Milan.
Mantan kapten tim nasional Italia itu menekankan bahwa talenta olahraga di negaranya sangat besar, namun sepak bola gagal mengelola potensi tersebut secara berkelanjutan. Ia melihat adanya perbedaan kontras dalam hal visi pengembangan antara kedua cabang olahraga tersebut.
"Ada perencanaan dalam olahraga ini (tenis), sesuatu yang kurang dalam sepak bola, karena Italia selalu menjadi negara yang berbakat dalam olahraga," ujar Maldini, Legenda AC Milan.
Kritik ini mencuat seiring performa buruk Timnas Italia yang dipastikan gagal melaju ke Piala Dunia 2026 untuk ketiga kalinya secara beruntun. Situasi ini diperparah dengan kegagalan pada laga playoff kualifikasi melawan Bosnia-Herzegovina akhir Maret lalu.
Di tengah krisis prestasi tersebut, nama Maldini santer dikaitkan dengan posisi strategis di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Isu ini berkembang menyusul kabar rencana pengunduran diri Ketua Umum FIGC, Gabriele Gravina, dan keterlibatan tokoh seperti Giancarlo Abete.
Meskipun namanya terus disebut sebagai kandidat kuat pengurus federasi, pria berusia 57 tahun tersebut enggan memberikan keterangan mendalam mengenai masa depannya. Maldini sendiri tidak memiliki klub sejak meninggalkan jabatan direktur teknik AC Milan pada 2023 akibat perbedaan visi dengan manajemen.