Maarten Paes Prihatin Fasilitas Sepak Bola Anak Indonesia Minim

Maarten Paes Prihatin Fasilitas Sepak Bola Anak Indonesia Minim
Foto: Ilustrasi Maarten Paes Prihatin Fasilitas Sepak Bola Anak Indonesia Minim.

- Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, prihatin melihat minimnya fasilitas dan perlengkapan sepak bola bagi anak-anak di pemukiman Indonesia.

- Paes mencatat banyak anak mengalami cedera karena bermain tanpa sepatu layak di lapangan yang tidak memadai tersebut.

- Ia mendesak perbaikan infrastruktur olahraga akar rumput agar potensi bakat muda Indonesia dapat berkembang secara maksimal ke depan.

Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menyampaikan keprihatinan setelah melihat langsung kondisi fasilitas sepak bola di salah satu wilayah pemukiman di Indonesia.

Ia sempat bermain bersama anak-anak setempat dan mengaku terkesan sekaligus prihatin dengan keterbatasan sarana yang ada.

Anak Bermain Tanpa Fasilitas Memadai

Paes melihat banyak anak bermain tanpa sepatu yang layak. Sebagian bahkan mengalami luka di kaki dan harus menghentikan permainan.

ÔÇ£Sayangnya, banyak anak bermain dengan sandal, dan beberapa tidak bisa melanjutkan karena cedera di kaki mereka,ÔÇØ ujar Paes dikutip dari NU.nl, Selasa (12/5/2026).

Ia menilai Indonesia memiliki banyak talenta muda berbakat, namun membutuhkan dukungan fasilitas yang lebih baik agar potensi tersebut dapat berkembang maksimal.

ÔÇ£Kita harus segera meningkatkan fasilitas untuk melatih bintang masa depan,ÔÇØ tegasnya.

Dorongan Perbaikan Infrastruktur

Menurut Paes, kesenjangan antara fasilitas klub profesional dan lapangan di lingkungan masyarakat masih cukup besar.

Ia berharap ada perhatian lebih serius dari pihak terkait untuk meningkatkan standar sarana olahraga di akar rumput.

Paes menilai pembinaan usia dini akan menjadi fondasi penting jika Indonesia ingin bersaing di level internasional.

Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, ia khawatir bakat-bakat muda tidak berkembang optimal.

Ia berkomitmen terus menyuarakan pentingnya perbaikan fasilitas agar anak-anak memiliki kesempatan yang sama untuk berlatih dengan aman dan layak.

Artikel terkait

Rekomendasi