LPPOM Bangun Pilot Project Toko Bahan Baku Halal di Tiga Provinsi

LPPOM Bangun Pilot Project Toko Bahan Baku Halal di Tiga Provinsi
Foto: Ilustrasi LPPOM Bangun Pilot Project Toko Bahan Baku Halal di Tiga Provinsi.

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) menginisiasi proyek percontohan toko bahan baku halal di Bengkulu, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur pada Kamis (30/4/2026). Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem rantai pasok bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Direktur Utama LPPOM Muti Arintawati menjelaskan bahwa pemilihan tiga wilayah tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan berkelanjutan. Rencana ini diumumkan dalam Puncak Acara Festival Syawal 2026 di Jakarta sebagaimana dilansir dari Cahaya.

ÔÇ£Ke depan, ini akan terus dikembangkan. Khusus untuk pilot project yang diharapkan menjadi percontohan, akan dibangun di tiga provinsi, yaitu Bengkulu, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur,ÔÇØ ujar Muti Arintawati, Direktur Utama LPPOM.

Program ini menyusul keberhasilan pembukaan dua cabang toko bahan baku daging dan produk beku di Bogor sebagai tahap awal inisiatif. LPPOM juga memberikan fasilitas sertifikasi halal bagi 61 pelaku usaha dari 19 provinsi yang berpartisipasi dalam Festival Syawal sepanjang tahun 2026.

Muti menekankan pentingnya keyakinan pelaku usaha terhadap status kehalalan bahan yang mereka gunakan dalam proses produksi. Hal ini menjadi krusial agar UMKM mendapatkan kepastian hukum dan kualitas pada setiap komponen produknya.

ÔÇ£UMKM harus merasa yakin ketika membeli bahan, misalnya daging, bahwa itu sudah dijamin halal. Bahkan jika membutuhkan sertifikat halal, toko tersebut dapat menyediakannya,ÔÇØ kata Muti Arintawati, Direktur Utama LPPOM.

Menurut Muti, sinergi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan model toko bahan baku yang ideal dan dapat diduplikasi di daerah lain. Upaya ini juga merespons fenomena pembelian bahan kemasan kecil tanpa identitas produsen yang sering menimbulkan keraguan status halal.

Pengembangan proyek ini difokuskan pada penguatan sektor hulu guna mempercepat efisiensi sertifikasi produk UMKM. LPPOM berkomitmen memastikan standar operasional toko mencakup penggunaan peralatan yang sepenuhnya bebas dari kontaminasi bahan non-halal.

ÔÇ£Toko bahan baku ini adalah salah satu mata rantai penting. Bisa berbentuk toko daging, toko bahan kue, bahkan koperasi, yang menjamin bahwa dari produsen hingga ke UMKM, kehalalannya terjaga,ÔÇØ ujar Muti Arintawati, Direktur Utama LPPOM.

Artikel terkait

Rekomendasi