Kondisi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sedang mengalami penurunan pada Mei 2026 justru dimanfaatkan oleh sejumlah investor besar untuk melakukan aksi beli.
Seperti diberitakan oleh Investasi, investor senior Lo Kheng Hong diketahui mulai mengoleksi saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Kamis (21/5/2026), Lo Kheng Hong memborong sebanyak 793,64 juta lembar saham SIMP.
Aksi korporasi ini membuat porsi kepemilikan sang investor beraliran value investing tersebut melonjak dari nol menjadi 5,12 persen.
Langkah investasi ini memicu perhatian pasar karena SIMP merupakan emiten yang bergerak di sektor perkebunan dan minyak kelapa sawit di bawah naungan Grup Salim.
Secara pergerakan harga, SIMP sedang berada dalam tren melemah setelah terkoreksi 325 poin atau turun 38,24% dalam sebulan terakhir ke level Rp 525 pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026 pukul 10.00 WIB.
Sebelum masuknya investor baru, jumlah pemegang saham SIMP dilaporkan mengalami pertumbuhan yang signifikan pada April 2026.
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek dari Biro Administrasi Efek PT Raya Saham Registra menunjukkan adanya penambahan sebanyak 2.308 investor.
Secara keseluruhan, jumlah pemilik saham emiten ini meningkat dari 17.429 investor pada bulan sebelumnya menjadi 19.737 investor di akhir April 2026.
Berdasarkan struktur kepemilikan terbaru, Indofood Agri Resources Ltd masih bertindak sebagai pemegang saham pengendali utama dengan kepemilikan 11,38 giga saham atau setara 73,46 persen.
Sementara itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk menguasai porsi kepemilikan sebesar 6,68 persen atau setara 1,03 miliar lembar saham.
Struktur sisa saham publik terbagi menjadi dua kategori, yaitu publik non-warkat sebesar 2,82 miliar saham atau 18,22% dan publik warkat sebanyak 253,62 juta saham atau sekitar 1,63%.
Terdapat pula beberapa pemegang saham individu dengan porsi kepemilikan minoritas, antara lain Ferdi Gunawan yang memiliki 750 ribu saham.
Selain itu, Taufik Wiraatmadja tercatat menggenggam 120 ribu saham serta Tan Agustinus Dermawan yang memiliki porsi sebesar 50 ribu saham.