LEGO Group Indonesia bersama MAP Active meresmikan gerai LEGO Certified Store (LCS) terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Grand Indonesia East Mall, Jakarta, pada Jumat (24/4). Fasilitas seluas 401,1 meter persegi ini menjadi destinasi ritel global yang mengintegrasikan unsur budaya lokal Indonesia.
Gerai yang berada di lantai 5 tersebut menampilkan berbagai instalasi ikonik nasional yang dirancang menggunakan puluhan ribu keping balok. Salah satu daya tarik utamanya adalah replika komodo yang tersusun dari 85.070 keping LEGO, sebagaimana dilansir dari Lifestyle.
General Manager for India and Emerging Asia at The LEGO Group, Cedric Roose memberikan penjelasan mengenai pemilihan konsep desain gerai tersebut.
"Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kekayaan warisan budaya Indonesia. Kami juga bangga bisa menghadirkan Minifigure Factory, di mana saat ini Indonesia merupakan satu-satunya negara di kawasan ASEAN yang memiliki fasilitas ini," ujar Cedric Roose.
Kehadiran toko di pusat perbelanjaan Jakarta ini bertujuan untuk memperluas akses pengalaman bermain berkualitas bagi masyarakat luas. Roose menegaskan pentingnya peran bermain dalam ekosistem keluarga di Indonesia.
"Kami percaya bahwa bermain sangat penting bagi perkembangan anak untuk menumbuhkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah, sekaligus mempererat hubungan bersama keluarga. Kami ingin tempat ini menjadi destinasi utama bagi semua orang untuk bermain, belajar, dan bersenang-senang," papar Cedric Roose.
Selain pajangan statis, gerai ini menawarkan pengalaman interaktif seperti replika becak berukuran asli yang dapat digunakan pengunjung untuk berswafoto. Konsep ini menggabungkan inovasi merek global dengan identitas lokal yang khas.
"Ini bukan sekadar pajangan semata, tapi pengunjung benar-benar dapat duduk di dalam becak dan mendapatkan pengalaman berfoto yang unIK. Ini akan menjadi pengalaman personal dan sarat nuansa budaya," tutur Cedric Roose.
Pengunjung juga dapat memanfaatkan fasilitas Minifigure Factory untuk menciptakan karakter yang dipersonalisasi. Area ini dirancang agar orang tua dan anak dapat berkolaborasi dalam proses kreatif pembuatan miniatur manusia LEGO.
"Fitur ini memungkinkan pengguna untuk merancang minifigure sesuai keinginan mereka sendiri, sehingga hasilnya menjadi lebih personal dan istimewa bagi setiap individu," kata Cedric Roose.
Aktivitas menyusun balok diklaim memiliki dampak jangka panjang terhadap pola pengasuhan dan pertumbuhan mental anak. Roose menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar hiburan semata.
"Ini adalah investasi masa depan. Melalui permainan sederhana seperti menyusun balok, anak dapay mengembangkan berbagai keterampilan seperti kepercayaan diri dan kemampuan memecahkan masalah, yang akan berguna di masa depan," jelas Cedric Roose.
Berdasarkan data laporan Play Well tahun 2024, sebanyak 98 persen orang tua di Indonesia meyakini bahwa bermain adalah kunci penguat ikatan keluarga. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa membangun LEGO bersama dapat meningkatkan kualitas komunikasi antara orang tua dan anak.
ÔÇ£Bermain Lego adalah perjalanan bersama. Baik itu membangun pesawat luar angkasa atau adegan dari film favorit, set Lego dirancang untuk membuat orangtua dan anak bekerja sama memecahkan masalah serta bercerita,ÔÇØ pungkas Cedric Roose.