PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melaporkan penurunan laba bersih sebesar 10,5 persen menjadi US$ 151,99 juta sepanjang tahun 2025. Dilansir dari Investortrust, performa laba emiten pertambangan milik konglomerat Prajogo Pangestu ini terkontraksi meski perusahaan mencatatkan lonjakan pendapatan signifikan pada periode yang sama.
Berdasarkan rilis kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/3/2026), perolehan laba bersih tersebut merosot dibandingkan tahun 2024 yang mencapai US$ 169,97 juta. Pemicu utama penurunan ini adalah pembengkakan beban keuangan yang naik hampir dua kali lipat menjadi US$ 96,07 juta.
Padahal, perusahaan berhasil membukukan total pendapatan senilai US$ 1,21 miliar pada 2025, atau tumbuh sekitar 51,6 persen dari tahun sebelumnya sebesar US$ 801,72 juta. Pertumbuhan pendapatan ini turut mengerek laba bruto perseroan menjadi US$ 159,97 juta dari posisi sebelumnya US$ 117,86 juta.
Laba usaha CUAN juga terpantau mengalami pertumbuhan moderat dari US$ 216,24 juta pada 2024 menjadi US$ 239,07 juta pada akhir 2025. Peningkatan pada pos laba usaha ini didukung oleh upaya efisiensi pada pendapatan operasi lainnya, meskipun beban penjualan serta beban umum dan administrasi tercatat meningkat.
Namun, lonjakan drastis pada pos biaya operasional dan beban bunga pinjaman menekan laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Beban keuangan yang melonjak tajam dari US$ 48,96 juta menjadi US$ 96,07 juta menjadi faktor dominan yang menyebabkan keuntungan bersih perusahaan tidak sejalan dengan pertumbuhan pendapatan.