Laba Bersih PT Sunindo Pratama Tbk Lampaui Target 12 Persen Sepanjang 2025

Laba Bersih PT Sunindo Pratama Tbk Lampaui Target 12 Persen Sepanjang 2025
Foto: Ilustrasi Laba Bersih PT Sunindo Pratama Tbk Lampaui Target 12 Persen Sepanjang 2025.

PT Sunindo Pratama Tbk berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi sepanjang tahun buku 2025. Dilansir dari Investortrust, perusahaan berkode saham SUNI ini meraih laba bersih sebesar Rp 192 miliar.

Angka tersebut mencapai 112 persen dari target internal yang telah direvisi, meskipun secara tahunan mengalami penurunan sekitar 7 persen. Ketahanan performa ini menjadi sinyal positif di tengah volatilitas pasar infrastruktur energi.

Pendapatan operasional perusahaan pada 2025 tercatat sebesar Rp 982 miliar atau turun 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh rendahnya volume penjualan casing untuk kebutuhan Oil Country Tubular Goods (OCTG).

Meskipun pendapatan terkontraksi, SUNI menunjukkan pertumbuhan pada segmen pipa tubing. Perusahaan kini sedang fokus mempercepat pembangunan pabrik manufaktur kedua melalui anak usahanya, PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM).

Direktur Utama Sunindo Pratama, Willy Johan Chandra, menjelaskan perkembangan fasilitas produksi tersebut dalam konferensi pers pada Senin, 30 Maret 2026. Ia menyebut pembangunan fisik di Batam saat ini sudah hampir rampung.

"Pabrik RTM kedua ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2026," ujar Willy Johan Chandra.

SUNI telah mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar Rp 190 miliar sepanjang 2025. Dana tersebut digunakan untuk menyelesaikan fasilitas fisik, instalasi mesin, serta pengurusan sertifikasi API dari American Petroleum Institute.

Disiplin Keuangan dan Konten Lokal

Direktur Keuangan SUNI, Freddy Soejandy, menyatakan bahwa siklus belanja modal perusahaan mulai mencapai puncaknya. Kebutuhan pendanaan untuk tahun 2026 diperkirakan akan jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Manajemen berhasil menjaga rasio utang terhadap ekuitas (DER) pada level konservatif, yakni 0,30x. Angka ini berada jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan perbankan sebesar 2,5x.

Kondisi keuangan yang sehat memungkinkan perusahaan membagikan dividen sebesar Rp 50 miliar kepada pemegang saham. Selain itu, SUNI juga telah mengeksekusi aksi korporasi berupa pembelian kembali saham senilai Rp 70 miliar.

Di sisi lain, Direktur Operasional SUNI, Bambang Prihandono, mengungkapkan bahwa unit PSM telah memulai produksi komersial untuk wellhead dan Christmas trees. Langkah ini diambil untuk memenuhi regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Unit PSM telah memulai produksi komersial wellhead dan Christmas trees," kata Bambang Prihandono.

Melalui produksi komponen bernilai tinggi di dalam negeri, perusahaan berupaya mengamankan kontrak strategis nasional. Saat ini, SUNI tengah melakukan uji coba produksi di fasilitas baru dengan hasil yang dinilai cukup positif.

Artikel terkait

Rekomendasi