PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 59 persen sepanjang tahun buku 2025. Perolehan ini tetap tercapai meskipun perusahaan mengalami penurunan pendapatan pada periode yang sama.
Dilansir dari Investortrust, emiten berkode saham GGRM ini mengantongi laba bersih senilai Rp 1,56 triliun pada 2025. Angka tersebut menunjukkan kenaikan drastis dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang berada di angka Rp 980,8 miliar.
Peningkatan laba yang terjadi di tengah koreksi pendapatan ini dipicu oleh keberhasilan perseroan dalam melakukan efisiensi. Fokus utama perbaikan kinerja terletak pada pemangkasan beban usaha serta penurunan beban bunga yang cukup besar.
Dari sisi pendapatan, GGRM membukukan total Rp 89,37 triliun pada akhir 2025. Nilai ini menyusut sekitar 9,4 persen jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 98,66 triliun.
Seiring dengan melandainya top line, biaya pokok pendapatan juga turut mengalami penurunan. Perusahaan mencatatkan pengeluaran biaya pokok sebesar Rp 80,39 triliun, turun dari posisi tahun 2024 yang sebesar Rp 89,28 triliun.
Meskipun laba bruto tercatat turun menjadi Rp 8,98 triliun dari Rp 9,38 triliun, kinerja operasional GGRM justru menguat. Laba usaha perusahaan berhasil tumbuh menjadi Rp 2,83 triliun dibandingkan Rp 1,90 triliun pada tahun lalu.
Efisiensi Beban Usaha dan Bunga
Strategi efisiensi yang diterapkan manajemen terlihat dari pos beban usaha yang menyusut menjadi Rp 6,63 triliun. Sebagai perbandingan, beban usaha pada periode tahun sebelumnya masih menyentuh angka Rp 7,69 triliun.
Penurunan paling mencolok juga terjadi pada beban bunga perusahaan yang berkurang hampir separuhnya. Biaya ini tercatat sebesar Rp 278,21 miliar pada 2025, turun signifikan dari posisi sebelumnya senilai Rp 502,91 miliar.
Kondisi tersebut mendorong posisi laba sebelum pajak penghasilan GGRM melonjak menjadi Rp 2,55 triliun dari Rp 1,40 triliun. Di sisi lain, beban pajak penghasilan perseroan ikut naik menjadi Rp 993,96 miliar dari sebelumnya Rp 419,75 miliar.
| Indikator Keuangan | Tahun 2024 (Rp) | Tahun 2025 (Rp) |
|---|---|---|
| Pendapatan | 98,66 Triliun | 89,37 Triliun |
| Laba Usaha | 1,90 Triliun | 2,83 Triliun |
| Laba Bersih | 980,8 Miliar | 1,56 Triliun |
| Beban Bunga | 502,91 Miliar | 278,21 Miliar |
| Laba Sebelum Pajak | 1,40 Triliun | 2,55 Triliun |