PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membukukan pendapatan sebesar US$7,63 miliar pada tahun buku 2025 atau meningkat signifikan sebesar 220 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dilansir dari Investortrust, lonjakan kinerja ini turut mendorong laba bersih setelah pajak perseroan dari posisi US$123 juta menjadi US$1,61 miliar.
Peningkatan skala usaha dan disiplin operasional menjadi faktor utama di balik capaian laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$490 juta pada 2025. Segmen bisnis petrokimia memberikan kontribusi dominan terhadap total pendapatan perusahaan dengan nilai mencapai US$7,02 miliar.
Direktur Utama Barito Pacific, Agus Pangestu, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Selasa (31/3/2026), menegaskan bahwa hasil ini merupakan buah dari transformasi berkelanjutan. Strategi penguatan portofolio pada sektor energi terbarukan dan integrasi kimia hilir menjadi pilar pertumbuhan emiten milik Prajogo Pangestu ini.
ÔÇ£Pencapaian ini mencerminkan keunggulan dari terintegrasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur, yang didukung oleh eksekusi yang disiplin, operasional yang tangguh, serta posisi keuangan yang solid,ÔÇØ ujar Agus Pangestu, Direktur Utama Barito Pacific (BRPT).
Kinerja operasional sepanjang 2025 diperkuat oleh keberhasilan integrasi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE) serta kontribusi Barito Renewables melalui peningkatan efisiensi biaya. Di sektor kimia, perusahaan melakukan akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals yang kini beroperasi dengan nama Aster Polymer Solutions (APS) untuk memperluas pasar di kawasan Asia.
Pembangunan fasilitas CA-EDC di Cilegon saat ini dilaporkan telah mencapai progres di atas 50 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027. Selain itu, anak usaha Barito Renewables terus memajukan proyek retrofit Salak dan Wayang Windu guna mencapai target kapasitas geothermal lebih dari 1 GW pada akhir 2026.