Kondisi fisik Kylian Mbappe menjadi perhatian serius setelah sang pemain dilaporkan mengalami frustrasi akibat rangkaian cedera yang tidak kunjung usai di Real Madrid. Pemulihan penyerang asal Prancis tersebut dinilai memakan waktu cukup lama sehingga menghambat performa terbaiknya di lapangan.
Seperti dilansir dari Detik Sport yang mengutip laporan Marca, Mbappe memiliki catatan medis yang sangat kontras jika dibandingkan dengan masa baktinya di Paris Saint-Germain (PSG). Selama tiga tahun terakhir di klub Paris tersebut, ia hanya absen sekitar 42 hari akibat masalah kebugaran ringan.
Situasi berubah drastis setelah kepindahannya ke Santiago Bernabeu pada tahun 2024. Dalam kurun waktu dua musim berseragam Los Blancos, Kylian Mbappe tercatat sudah mengalami total 12 kali cedera yang mengharuskan dirinya masuk ruang perawatan.
Terdapat tiga jenis cedera spesifik yang terus membayangi Mbappe sejak bergabung dengan raksasa Spanyol tersebut. Pemain bintang ini kerap bergelut dengan gangguan pada bagian lutut, hamstring, serta masalah otot yang terus berulang.
Kondisi medis yang kambuhan ini memaksa Mbappe sering kali harus bermain sambil menahan rasa sakit demi membantu tim. Hal tersebut berdampak langsung pada kontribusinya di lapangan yang dinilai tidak mampu mencapai level maksimal 100 persen.
Ketidakpuasan terhadap Penanganan Medis
Kylian Mbappe dikabarkan mulai meragukan efektivitas penanganan yang diberikan oleh staf medis Real Madrid. Pasalnya, ia merasa belum pernah mengalami situasi fisik yang serentan ini saat masih merumput di kompetisi Liga Prancis sebelumnya.
Bahkan muncul laporan bahwa Mbappe lebih menaruh kepercayaan kepada tim medis Timnas Prancis daripada departemen medis klubnya sendiri. Perbedaan penanganan ini disinyalir menjadi salah satu pemicu rasa frustrasi sang pemain di ruang ganti.
Merespons situasi ini, pihak petinggi klub Real Madrid diyakini telah melakukan evaluasi internal secara menyeluruh. Langkah tersebut diambil guna memastikan para pemain mendapatkan pemulihan maksimal dan meminimalisir risiko pemain kembali masuk ruang perawatan akibat cedera serupa.