PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham dari hasil keuntungan tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Rabu (20/5/2026).
Seluruh perolehan laba bersih tahun lalu akan dialokasikan sebagai laba ditahan demi memperkokoh struktur pendanaan perusahaan. Berdasarkan data yang dilansir dari Keuangan, bank digital ini membukukan laba bersih sebesar Rp143 miliar sepanjang tahun 2025, atau mengalami pertumbuhan sebesar 16 persen secara tahunan.
Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan menjelaskan, keputusan penggunaan laba ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat fundamental bank, terutama untuk menjaga pendanaan stabil.
"Dengan struktur pendanaan yang semakin solid, kami optimistis Krom Bank dapat terus menjalankan agenda ekspansi bisnis secara berkelanjutan," kata Anton dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (22/5/2026).
Penguatan modal tersebut ditujukan untuk mendongkrak posisi tawar perusahaan di tengah ketatnya kompetisi industri keuangan. Selain itu, emiten berkode saham BBSI ini mencatat lonjakan penyaluran kredit hingga 103 persen menjadi Rp8,63 triliun, sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiak (DPK) melesat 166 persen menjadi Rp8,39 triliun berkat sokongan pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp1,85 triliun.
"Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang praktis, aman, dan terintegrasi juga membuka peluang pertumbuhan yang besar bagi industri perbankan digital," ucapnya.