PT Krakatau Pipe Industries secara resmi memulai pengiriman perdana pipa baja untuk mendukung pembangunan Construction of Karian DamÔÇôSerpong Water Conveyance System (KSCS) paket 2 dan 3. Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menyediakan air baku bagi wilayah Banten dan DKI Jakarta.
Dikutip dari Money, seremoni pengiriman perdana tersebut dilaksanakan di Cilegon pada akhir pekan lalu. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) Kementerian Pekerjaan Umum, konsultan, serta pihak kontraktor pelaksana.
Infrastruktur KSCS dirancang untuk mengalirkan air baku dari Bendungan Karian yang berlokasi di Lebak menuju kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Jaringan distribusi ini akan membentang melalui pipa sepanjang kurang lebih 43 kilometer.
Proyek vital ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan air minum bagi sekitar 1,84 juta jiwa, atau setara dengan 368.000 sambungan rumah di wilayah penyangga. Bendungan Karian sendiri berstatus sebagai bendungan terbesar ketiga di Indonesia dengan kapasitas tampung mencapai 314,7 juta meter kubik.
Direktur Produksi dan Teknologi Krakatau Pipe, Erwin Saputra, memberikan penjelasan mengenai signifikansi tahap awal ini bagi kelangsungan proyek nasional tersebut.
"Kami berkomitmen untuk memastikan setiap tahapan proyek berjalan sesuai standar terbaik. Pengiriman perdana ini menjadi langkah awal yang menegaskan kesiapan kami dalam mendukung keberhasilan Proyek Karian, baik dari sisi kualitas maupun ketepatan waktu," ujar Erwin.
Dalam kerja sama ini, Krakatau Pipe bertanggung jawab memasok pipa jenis Submerged Arc Welding (HSAW) dengan total berat mencapai 10.390 ton. Jumlah tersebut setara dengan panjang pipa sekitar 16.464 meter.
Pipa yang didistribusikan memiliki diameter sebesar 72 inci dan 80 inci. Seluruh produk diproduksi menggunakan standar internasional AWWA C200 yang dikhususkan untuk sistem distribusi air baja skala besar karena ketahanannya terhadap tekanan tinggi.
Sebelum dilakukan pengiriman ke lokasi proyek, perusahaan telah melaksanakan Factory Acceptance Test (FAT). Prosedur ini merupakan bagian dari pengendalian mutu ketat untuk memastikan seluruh spesifikasi teknis dan persyaratan kontrak terpenuhi dengan sempurna.
Distribusi tahap awal ini difokuskan pada paket 2 dan 3 yang dikerjakan oleh konsorsium kontraktor PP-JO (Pembangunan Perumahan-Joint Operation) serta WIKA-JO (Wijaya Karya-Joint Operation).
Kontribusi Industri Baja Domestik
Direktur Utama Krakatau Pipe, Hengki Purwoko, menegaskan bahwa partisipasi perusahaan dalam proyek KSCS merupakan bentuk nyata kontribusi industri baja nasional terhadap pembangunan infrastruktur air berkelanjutan.
"PT Krakatau Pipe Industries sebagai bagian dari Krakatau Steel Group turut berbangga dapat berpartisipasi dan dipercaya dalam proyek Karian DamÔÇôSerpong Water Conveyance System-KSCS dan hal ini merupakan wujud kontribusi nyata industri baja nasional dalam mendukung infrastruktur berkelanjutan," kata Hengki.
Saat ini, Krakatau Pipe memiliki kemampuan produksi pipa baja spiral HSAW mulai dari ukuran 12 inci hingga 80 inci. Selain itu, terdapat lini produksi pipa baja ERW (Electric Resistance Welding) dengan rentang ukuran 0,5 inci hingga 20 inci.
Perusahaan memiliki kapasitas produksi tahunan yang mencapai 220.000 ton pipa baja. Untuk menjamin durabilitas produk, tersedia pula fasilitas pelapisan anti korosi dengan kapasitas mencapai 800.000 meter persegi per tahun.
Layanan pelapisan tersebut mencakup teknologi three layer polyethylene (3LPE), three layer polypropylene (3LPP), hingga Internal Cement Lining. Fasilitas ini tidak hanya melayani proyek infrastruktur air, tetapi juga memenuhi kebutuhan pipa laut untuk sektor minyak dan gas bumi.