Psikiater Tekankan Komunikasi Terbuka Dukung Kesehatan Mental Perempuan Saat Haid

Psikiater Tekankan Komunikasi Terbuka Dukung Kesehatan Mental Perempuan Saat Haid
Foto: Ilustrasi Psikiater Tekankan Komunikasi Terbuka Dukung Kesehatan Mental Perempuan Saat Haid.

Psikiater dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan aksi nyata dari pasangan untuk mendukung kondisi emosional perempuan selama masa menstruasi. Penjelasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Selasa (21/4/2026) sebagaimana dilansir dari Lifestyle.

Kebutuhan perempuan saat haid sering kali sulit dipahami oleh pasangan akibat hambatan komunikasi yang kurang efektif. Penggunaan kode-kode tertentu dinilai tidak membantu penyampaian pesan dengan baik kepada pihak laki-laki.

"Jika punya pasangan, untuk mengajarkan mereka memahami kondisi saat menstruasi itu perlu dengan aksi nyata, karena kalau kita ngasih kode sering sekali lebih nggak paham," ujarnya dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ, Psikiater.

Perubahan hormon yang terjadi selama siklus bulanan berdampak langsung pada kestabilan emosi. Penurunan zat kimia otak tertentu membuat perempuan membutuhkan tambahan penyemangat suasana hati dari lingkungan terdekatnya.

"Saat menstruasi perlu mood booster karena serotoninnya lagi turun banget. Sebaiknya komunikasikan kebutuhan kamu ke pasangan," ujar dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ, Psikiater.

Selain dukungan emosional, edukasi di lingkup keluarga dianggap krusial untuk menghapus stigma negatif terkait proses biologis ini. Hal ini bertujuan agar anggota keluarga lain tidak merasa tabu terhadap kebutuhan dasar perempuan.

"Kita juga bisa ajarkam bahwa ada proses biologis yang harus melewati semua wanita dan itu bukan suatu hal yang memalukan," kata dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ, Psikiater.

Dokter Elvine turut membagikan praktik personalnya dalam melibatkan suami dan anak laki-laki untuk memahami kondisi fisiknya. Langkah ini dilakukan guna membangun empati sejak dini di dalam rumah tangga.

"Kalau saya biasanya minta bantuan suami untuk dibelikan pembalut atau keperluan lainnya. Saya juga ajarkan ke anak laki-laki saya agar tidak tabu terhadap stigma menstruasi atau rasa malu beli pembalut untuk ibunya," ungkap dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ, Psikiater.

Bentuk perhatian seperti menyarankan minum air hangat atau beristirahat memang baik, namun tidak selalu menjadi solusi bagi setiap individu. Pasangan disarankan untuk bertanya secara langsung mengenai kebutuhan spesifik yang dirasakan saat itu.

"Bagaimana kita mengajarkan secara langsung empati dimulai dengan aksi dibandingkan hanya cuma kata-kata saja, itu akan sangat membantu para wanita untuk melewati masa-masa biologisnya dengan lebih baik," jelas dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ, Psikiater.

Stabilitas mental perempuan selama masa haid sangat bergantung pada respons dari orang-orang di sekitarnya. Dukungan yang tepat secara emosional maupun praktis dapat meminimalisir tekanan psikologis selama siklus berlangsung.

"Jadi dukungan dari pasangan, anak, atau lingkungan sekitar untuk menjaga kestabilan mental perempuan yang lagi menstruasi itu penting," tutup dr. Elvine Gunawan, Sp.KJ, Psikiater.

Artikel terkait

Rekomendasi