Komikus Syundei Hapus Akun X Usai Alami Pelecehan Online

Komikus Syundei Hapus Akun X Usai Alami Pelecehan Online
Foto: Ilustrasi Komikus Syundei Hapus Akun X Usai Alami Pelecehan Online.

Komikus serial populer Go For It, Nakamura-kun!!, Syundei, memutuskan untuk menutup akun media sosial X miliknya setelah menjadi sasaran pelecehan daring oleh sejumlah warganet pada Minggu (12/4). Pengunduran diri kreator asal Jepang ini terjadi di tengah mencuatnya kritik tajam terkait penggambaran karakter dalam karyanya.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, Syundei secara resmi meninggalkan platform tersebut setelah menyampaikan keresahannya melalui unggahan terakhir. Sebelum menghapus akun, sang komikus sempat berinteraksi dengan para pengikutnya mengenai keputusan berat tersebut.

"Apakah gak apa-apa jika saya menghapus akun saya?" cuit Syundei dalam unggahan terakhirnya.

Keputusan ini dipicu oleh banyaknya keluhan yang masuk mengenai kualitas dan konten ceritanya. Syundei merasa tidak lagi memiliki motivasi untuk melanjutkan profesinya setelah mendapatkan serangan personal dari sejumlah pihak.

"Saya dapat keluhan yang menanyakan mengapa saya menggambar sesuatu seperti ini, karena saya gak punya bakat untuk membuat sesuatu yang menyenangkan semua orang. Saya gak melihat ada gunanya untuk melanjutkan sebagai komikus manga," tulis Syundei.

Tekanan dari warganet, termasuk tuduhan dari penggemar di Brasil mengenai penggambaran hubungan karakter yang dianggap tidak pantas, mempercepat kepergiannya dari ranah digital. Ia pun memberikan salam perpisahan sebelum tenggat waktu yang ditentukan sendiri.

"Saya pikir saya harus mengucapkan selamat tinggal terakhir. Tapi karena saya telah disuruh menghilang sesegera mungkin, saya akan melakukannya sebelum tengah hari (12 April)," tulis Syundei lagi.

Insiden yang menimpa Syundei ini memicu reaksi keras dari sesama rekan komikus di industri manga Jepang. Labo Asai, komikus Dances with the Dragons, mengungkapkan bahwa pola serangan dari penggemar asing terhadap kreator manga Boys Love (BL) merupakan fenomena yang menyedihkan.

"Saya melihat sebuah cerita tentang seorang kreator manga BL yang menerima ancaman dari penggemar asing. Rupanya, insiden serupa telah terjadi pada kreator manga Jepang. Menurut analisis seorang ahli asing, ada penggemar yang menginternalisasi karya sebagai bagian dari diri mereka sendiri, dan ketika cerita tersebut mengambil arah yang bertentangan dengan moral atau preferensi seksual mereka sendiri, atau sesuatu yang tidak mereka sukai, mereka merasa harga diri mereka terancam dan menjadi marah," kata Labo Asai.

Asai menilai bahwa reaksi emosional yang berlebihan terhadap karya fiksi menunjukkan adanya masalah kesehatan mental pada sebagian oknum penggemar. Ia berpendapat bahwa perilaku agresif tersebut sudah melampaui batas kewajaran dalam menikmati karya seni.

"Sama seperti ada orang yang bereaksi berlebihan terhadap peristiwa dunia nyata dan isu-isu sosial yang bertentangan dengan moral atau seksualitas mereka sendiri, sekarang kita melihat orang-orang kehilangan akal sehat karena fiksi," tegas Labo Asai.

Dukungan lain datang dari Hoshino Sekai, mangaka Ore-sama Tenshi no Renai Process. Ia mempertanyakan alasan di balik sasaran kebencian yang spesifik diarahkan kepada karya Syundei di saat adaptasi animenya tengah meraih kesuksesan.

"Syundei-sensei..., kenapa hanya Go For It, Nakamura-kun!! yang mendapatkan kebencian? Tolonglah, jangan membenci anime BL," tegas Hoshino Sekai.

Artikel terkait

Rekomendasi