Kisah Pahlawan Cirebon Sangkala Nyimas Gandasari Pukau Penonton di TIM 2026

Kisah Pahlawan Cirebon Sangkala Nyimas Gandasari Pukau Penonton di TIM 2026
Foto: Kisah Pahlawan Cirebon Sangkala Nyimas Gandasari Pukau Penonton di TIM 2026. (Illustration by Pexels)

Yayasan Prima Ardian Tana bersiap menyuguhkan pertunjukan spektakuler bertajuk drama musikal "Sangkala Nyimas Gandasari". Pentas seni ini dijadwalkan berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Minggu, 14 Juni 2026.

Produksi besar ini melibatkan lebih dari 60 penampil yang telah menjalani persiapan matang selama setahun penuh. Proses panjang tersebut mencakup riset mendalam serta pengembangan cerita bersama para budayawan asal Cirebon.

Riset Mendalam Demi Akurasi Sejarah

Reny A. Daniel selaku Executive Producer mengungkapkan bahwa ketelitian dalam menyusun cerita menjadi prioritas utama tim produksi. Langkah ini diambil guna menjaga akurasi sejarah tokoh yang ditampilkan agar tidak terjadi kekeliruan informasi.

Dalam konferensi pers di Galeri Indonesia Kaya, Reny menjelaskan bahwa Denny Malik bersama timnya bekerja keras selama setahun terakhir. Mereka fokus menyusun program pertunjukan agar selaras dengan fakta sejarah dan budaya yang ada.

Kisah ini mengangkat profil Nyi Mas Gandasari, sosok perempuan legendaris dari babad Cirebon pada abad ke-15. Beliau memiliki peran yang sangat krusial dalam syiar agama Islam di sepanjang wilayah pesisir utara Pulau Jawa.

Berikut adalah beberapa poin penting mengenai pementasan Sangkala Nyimas Gandasari:

  • Latar Belakang Sejarah: Mengangkat perjuangan tokoh perempuan kuat dalam menyebarkan Islam di Jawa.
  • Filosofi Cerita: Menampilkan kemenangan Nyimas melawan Prabu Cakraningrat yang menjadi tonggak lahirnya Cirebon.
  • Target Audiens: Ditujukan untuk memperkenalkan figur inspiratif Nusantara kepada generasi muda.
  • Standar Produksi: Menggabungkan elemen tradisional dengan teknologi panggung modern berskala besar.

Reny menilai Indonesia memiliki kekayaan narasi yang sangat layak diangkat menjadi pertunjukan kelas dunia. Ia berharap konten lokal seperti ini semakin diminati karena memiliki daya tarik yang tidak kalah dari karya luar negeri.

Misi Mengenalkan Budaya pada Generasi Muda

Melalui karya ini, penyelenggara ingin generasi muda lebih mengenal dan mencintai identitas budayanya sendiri. Reny menyamakan ketangguhan Nyi Mas Gandasari dengan karakter Mulan dari Disney sebagai bentuk perbandingan pahlawan wanita yang perkasa.

Sutradara Denny Malik dipercaya memimpin produksi ini dengan dukungan aransemen musik dari Marthin Tupanno. Pertunjukan ini menjanjikan kolaborasi apik antara seni tari, teater, musik, serta visual sinematik yang modern.

Daftar pemeran utama dan tokoh yang terlibat dalam pementasan ini:

Nama Pemeran Peran / Karakter
Aisyah Fadhila Nyi Mas Gandasari
Asri Welas Putri Ong Tien
Dewi Gita Ibu Dayang
Aldafi Adnan Syech Magelung Sakti
Daniel Christianto Sunan Gunung Jati
Belmiro Allie Pangeran Cakrabuana
Bima Zeno Prabu Cakra Ningrat

Tabel di atas menunjukkan jajaran artis ternama dan talenta berbakat yang akan menghidupkan karakter sejarah tersebut. Keterlibatan maestro tari Cirebon, Elang Tomi Uli, juga menambah bobot nilai artistik dalam pementasan ini.

Demi memberikan pengalaman menonton yang maksimal, tim produksi memanfaatkan beragam teknologi canggih. Mulai dari penggunaan sistem hidrolik, multimedia, efek kabut, hingga tata panggung digital akan menghiasi panggung.

Informasi Jadwal dan Tiket Pertunjukan

Pementasan "Sangkala Nyimas Gandasari" akan dibagi menjadi dua sesi waktu agar penonton memiliki pilihan yang fleksibel. Sesi pertama berlangsung sore hari pukul 15.30 WIB, sementara sesi kedua dimulai pada malam hari pukul 19.30 WIB.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan, tiket sudah mulai dipasarkan melalui platform detikEvent. Harga tiket yang ditawarkan cukup beragam, yakni berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp700 ribu tergantung kategori kursi.

Yayasan Prima Ardian Tana berharap pementasan ini menjadi bukti bahwa seni tradisional mampu bersaing di era modern. Hal ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam merawat akar budaya Indonesia melalui medium hiburan yang berkualitas.

Artikel terkait

Rekomendasi