Argentina pernah memiliki sosok penyerang yang sangat ditakuti di depan gawang lawan bernama Mario Kempes. Ketajaman instingnya dalam mencetak gol membuat dirinya dikenang sebagai salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola dunia bagi tim Albiceleste.
Dilansir dari Suara, Kempes dikenal sebagai striker yang memiliki naluri gol luar biasa serta kemampuan bergerak tanpa bola yang sulit dihentikan. Pada masa kejayaannya di era 1970-an hingga 1980-an, ia menjadi sosok yang sangat diwaspadai oleh berbagai tim lawan.
Lahir di Bell Ville pada 15 Juli 1954, bakat Kempes mulai terpantau sejak usia muda melalui produktivitas golnya yang konsisten. Karier profesionalnya melesat saat membela Rosario Central sebelum akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Spanyol guna memperkuat Valencia.
Selama berseragam Valencia, reputasi Kempes sebagai salah satu penyerang terbaik di La Liga semakin teruji. Ia bahkan berhasil mengamankan gelar top skor sebanyak dua kali dalam kompetisi kasta tertinggi sepak bola Spanyol tersebut.
Kehebatan tersebut membuatnya mendapatkan julukan El Matador dari para pecinta sepak bola. Sebutan ikonik ini muncul karena insting membunuhnya yang sangat tajam ketika berada di dalam kotak penalti lawan.
Tidak hanya sukses di kancah Eropa dan internasional, sosok legenda ini ternyata pernah merasakan atmosfer kompetisi sepak bola di Indonesia. Mario Kempes sempat bergabung dan merumput bersama klub Pelita Jaya pada tahun 1996 silam.
Kehadiran Kempes di Tanah Air saat itu langsung menjadi magnet utama dan perhatian besar bagi publik sepak bola nasional. Momen tersebut dicatat sebagai sejarah penting karena Indonesia berhasil mendatangkan salah satu bintang besar dunia ke liga domestik.
Pahlawan Argentina di Piala Dunia 1978
Puncak popularitas Mario Kempes terjadi saat ia memimpin lini serang Argentina dalam ajang Piala Dunia 1978. Dalam turnamen yang berlangsung di negaranya sendiri itu, ia tampil sangat dominan dan menjadi aktor utama di balik kesuksesan Argentina meraih trofi juara dunia untuk pertama kalinya.
Kempes menuntaskan turnamen tersebut sebagai pencetak gol terbanyak dengan torehan enam gol. Dua gol krusial di antaranya ia ciptakan pada pertandingan final saat menghadapi Belanda, sebuah performa yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa.
Kombinasi antara kecepatan, kekuatan fisik, serta akurasi penyelesaian akhir yang mumpuni membuat pertahanan lawan selalu mengalami kesulitan sepanjang turnamen. Berkat peran vital tersebut, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 1978 sekaligus mengukuhkan posisinya dalam jajaran legenda abadi Argentina.