PT Sarimelati Kencana Tbk dengan kode saham PZZA menunjukkan pemulihan performa usaha yang signifikan pada tahun buku 2025. Pengelola jaringan restoran Pizza Hut di Indonesia ini memutuskan untuk kembali membagikan dividen kepada para pemegang saham.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada 29 April 2026. Nilai dividen tahun buku 2025 yang dikucurkan mencapai Rp5 miliar, yang menjadi indikator bahwa stabilitas finansial perusahaan mulai pulih setelah sempat tertekan dalam beberapa tahun terakhir.
Langkah pemulihan emiten yang bergerak di sektor restoran cepat saji (quick service restaurant) ini, seperti dilansir dari Stocksetup, ditopang oleh efisiensi operasional, optimalisasi gerai, serta penguatan layanan delivery guna merespons dinamika konsumsi masyarakat.
PZZA menjalankan tiga lini usaha utama sebagai pemegang lisensi resmi Pizza Hut di tanah air. Lini tersebut meliputi restoran dine-in untuk layanan makan di tempat, Pizza Hut Delivery (PHD) yang fokus pada pesan antar, serta penjualan ragam menu berbasis pizza, pasta, nasi, hingga hidangan lokal.
Operasional bisnis ini dikendalikan oleh jajaran manajemen profesional. Para pengurus bertanggung jawab penuh terhadap restrukturisasi bisnis dan pemeliharaan profitabilitas pasca-pandemi.
Struktur Direksi PZZA saat ini diisi oleh Boy Ardhitya Lukito, ST selaku Direktur Utama, didampingi Jeo Sasanto dan Budi Setiawan sebagai Direktur. Ketiganya berstatus terafiliasi.
Sementara pada jajaran Dewan Komisaris, posisi Komisaris Utama ditempati oleh Brata Taruna Hardjosubroto yang berstatus independen. Posisi Komisaris lainnya diisi oleh Hadian Iswara dan Stephen James McCarthy yang berstatus tidak independen.
Kinerja Keuangan dan Jadwal Dividen
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan PZZA sepanjang 2025 menyentuh Rp3,05 triliun atau tumbuh sekitar 9,1% secara Year on Year (YoY). Pendapatan trailing 12 bulan juga bertahan di kisaran Rp3,0 triliun.
Perusahaan membukukan laba bersih Rp24,8 miar pada 2025, berbalik positif dari posisi rugi Rp72,8 miliar di tahun 2024. Adapun EBITDA tercatat sebesar Rp473,4 miliar atau melonjak 30,1% YoY. Indikator lain memperlihatkan margin laba bersih berada di posisi 0,8% dan Return on Equity (ROE) kembali positif ke level 2,4%.
Mekanisme pembayaran hak pemegang saham ini diatur dalam jadwal resmi aksi korporasi yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.
| No | Tahapan Aksi Korporasi | Tanggal Pelaksanaan |
|---|---|---|
| Cum Dividend (Pasar Reguler dan Negosiasi) | 8 Mei 2026 | Ex Dividend (Pasar Reguler dan Negosiasi) |
| 11 Mei 2026 | Cum Dividend (Pasar Tunai) | 12 Mei 2026 |
| Ex Dividend (Pasar Tunai) | 13 Mei 2026 | Recording Date (Daftar Pemegang Saham yang Berhak) |
| 12 Mei 2026 | Tanggal Pembayaran Dividen Tunai | 3 Juni 2026 |