Kineforum bekerja sama dengan DoResearch menyelenggarakan Kelas Riset Film guna menekankan pentingnya riset sebagai fondasi produksi di Ruang Seni Rupa Gedung Trisno Soemardjo pada 5 Desember. Dilansir dari Katanetizen, kegiatan yang berlangsung sehari penuh tersebut memberikan pembekalan mendalam kepada sekitar 30 peserta mengenai metode menjaga kredibilitas karya film.
Dua narasumber utama, Dodit Wijanarko dan Barly J. Fibriady, membimbing peserta dalam menentukan tema serta metode riset yang tepat. Materi yang disampaikan mencakup pengumpulan data latar sejarah, budaya, karakter, hingga elemen visual untuk memastikan setiap detail dalam film terasa otentik bagi penonton.
Dodit Wijanarko memaparkan bahwa riset karakter sangat krusial, terutama untuk latar waktu spesifik seperti tahun 1990-an. Penelusuran detail mencakup jenis pakaian hingga barang dagangan di lokasi tertentu guna menghindari anarkronisme yang dapat merusak soliditas cerita di mata pemirsa.
"riset film adalah proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan sebelum dan selama produksi untuk memastikan akurasi, kedalaman cerita, serta kekuatan elemen visual." ujar Dodit Wijanarko, narasumber.
Penjelasan tersebut menekankan bahwa riset bertujuan menjaga akurasi cerita dan menghormati penonton melalui penyajian karya yang digarap sungguh-sungguh. Selain observasi, pendekatan pemetaan pikiran digunakan untuk menggali kebiasaan masyarakat dan tren teknologi pada masa yang digambarkan.
Barly J. Fibriady menjelaskan bahwa pendalaman karakter harus melampaui data fisik untuk mencakup aspek sosiologis dan psikologis. Hal ini mencakup latar belakang pendidikan, nilai hidup, serta konflik batin yang membantu tim produksi menghadirkan sosok yang meyakinkan di layar.
"riset karakter tidak berhenti pada data fisik semataÔÇöusia, jenis kelamin, postur, atau cara berbicara." kata Barly J. Fibriady, narasumber.
Selain karakter, riset visual juga memegang peranan penting dalam perancangan desain film melalui pembuatan moodboard dan evaluasi konsistensi. Barly mencontohkan proses survei lokasi atau recce yang seringkali memberikan tantangan teknis sehingga membutuhkan landasan riset visual yang kuat untuk pengambilan keputusan kreatif.
"riset visual adalah proses mengumpulkan dan analisis referensi visual sebagai dasar perancangan desain film." ujar Barly J. Fibriady, narasumber.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi presentasi ide riset dari para peserta yang mendapatkan umpan balik langsung dari pemateri. Diskusi tersebut mempertegas bahwa riset merupakan investasi jangka panjang bagi penulis dan sutradara untuk memastikan tanggung jawab detail dalam setiap adegan.