Kenali Gejala Kanker Usus Besar dan Faktor Risikonya Sejak Dini

Kenali Gejala Kanker Usus Besar dan Faktor Risikonya Sejak Dini
Foto: Ilustrasi Kenali Gejala Kanker Usus Besar dan Faktor Risikonya Sejak Dini.

Kanker usus besar menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena kerap berkembang tanpa tanda yang jelas pada tahap awal. Penyakit ini merupakan pertumbuhan sel ganas pada usus besar yang umumnya ditandai dengan perubahan pola buang air besar secara terus-menerus.

Kondisi tersebut sering kali berawal dari polip usus, yaitu benjolan jinak yang muncul pada dinding usus besar. Dalam beberapa kasus, polip dapat berkembang menjadi kanker apabila tidak ditangani sejak dini, seperti dilansir dari Media Indonesia.

Penyebab pasti kanker usus besar hingga kini masih terus diteliti oleh para ahli. Namun, terdapat dugaan kuat mengenai sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Beberapa kebiasaan sehari-hari diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker usus besar. Salah satunya adalah kurang mengonsumsi makanan berserat.

Serat diketahui berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan dan membantu proses pembuangan sisa makanan di usus. Selain itu, terlalu sering mengonsumsi daging merah dan makanan tinggi lemak juga diduga dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.

Kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, serta minimnya aktivitas fisik turut menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Orang yang jarang berolahraga atau memiliki gaya hidup sedentari dinilai lebih rentan mengalami gangguan kesehatan ini.

Faktor Keturunan dan Kondisi Medis

Tidak hanya gaya hidup, beberapa kondisi medis juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker usus besar. Risiko lebih tinggi dapat terjadi pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit serupa, terutama jika dialami oleh orang tua atau saudara kandung.

Penderita polip usus, obesitas, diabetes, dan penyakit radang usus juga termasuk kelompok yang lebih rentan terkena kanker usus besar. Selain itu, orang yang pernah menjalani radioterapi di area perut memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit ini.

Faktor usia turut memengaruhi karena penyakit ini lebih sering ditemukan pada orang berusia di atas 50 tahun. Di samping itu, terdapat pula faktor genetik tertentu seperti familial adenomatous polyposis (FAP) dan sindrom Lynch yang dapat meningkatkan kemungkinan munculnya kanker usus besar.

Tanda dan Gejala

Pada stadium awal, kanker usus besar terkadang tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun, beberapa tanda awal yang sering muncul antara lain diare atau sembelit yang berlangsung terus-menerus, perut kembung, kram perut, hingga perubahan bentuk dan warna tinja.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah buang air besar berdarah meski tanpa rasa sakit. Karena gejalanya mirip gangguan pencernaan biasa, banyak penderita yang terlambat menyadari kondisi tersebut.

Saat kanker memasuki stadium lanjut, penderita dapat mengalami tubuh mudah lelah, sensasi buang air besar yang tidak tuntas, perubahan bentuk tinja dalam waktu lama, hingga penurunan berat badan drastis.

Apabila kanker sudah menyebar ke organ lain, gejala yang muncul bisa lebih serius. Beberapa di antaranya meliputi penyakit kuning, pandangan kabur, pembengkakan pada tangan dan kaki, sakit kepala, tulang mudah patah, hingga sesak napas.

Artikel terkait

Rekomendasi