Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menerbitkan Sertifikat Tipe Validasi untuk drone kargo HY100 asal China pada Minggu (3/5/2026). Langkah ini menjadi pembuka jalan bagi pengoperasian terbatas pesawat tanpa awak berkapasitas besar tersebut guna mempercepat distribusi logistik nasional di daerah terpencil.
Sertifikat tersebut diserahkan kepada manufaktur Ursa Aeronautical Technology Co. Ltd sebagai validasi pertama untuk kategori drone kargo besar di Indonesia. Dilansir dari Ekonomi, perangkat ini mampu mengangkut beban hingga 1,9 ton untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur transportasi konvensional.
Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub, Sokhib Al Rokhman, menyatakan bahwa pemberian izin ini merupakan tonggak sejarah bagi ekosistem penerbangan domestik. Proses sertifikasi telah mencakup evaluasi desain, uji sistem, hingga uji terbang secara menyeluruh.
"Kehadiran drone kargo skala besar ini membuka peluang baru dalam mendukung konektivitas dan distribusi logistik nasional," kata Sokhib Al Rokhman, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub.
Pemerintah menetapkan operasional HY100 akan dilakukan dalam ruang udara terpisah guna menjaga keselamatan penerbangan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko mengingat integrasi drone logistik ke sistem transportasi nasional masih menghadapi tantangan besar.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ketergantungan logistik pada jalur laut masih sangat tinggi, mencapai 508,43 juta ton pada 2025. Sebaliknya, angkutan udara domestik hanya mencatatkan volume 0,67 juta ton pada periode yang sama.
| Moda Transportasi | Tahun 2020 (Juta Ton) | Tahun 2025 (Juta Ton) |
|---|---|---|
| Angkutan Laut | 302,57 | 508,43 |
| Kereta Api | 48,45 | 74,12 |
| Angkutan Udara | 0,67 | 0,67 |
Kondisi stagnasi pada angkutan udara mencerminkan adanya kendala efisiensi dan biaya dibandingkan moda darat atau laut. Penggunaan teknologi drone diharapkan mampu memberikan solusi baru untuk menyeimbangkan ketimpangan distribusi barang antarwilayah.