Harry Kiss, ayah mendiang penyanyi Vidi Aldiano, merencanakan aksi sosial penebaran benih ikan di danau sekitar area pemakaman sang putra untuk memperingati 100 hari kepergian Vidi pada Minggu, 3 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian aksi kemanusiaan yang sebelumnya telah dilakukan keluarga.
Dilansir dari Detik Hot, keluarga besar sebelumnya telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti santunan panti asuhan, tahlilan 40 hari, hingga perayaan ulang tahun mendiang. Lokasi danau yang akan menjadi titik penebaran ikan tersebut kini semakin populer dan ramai dikunjungi warga setempat setelah aksi serupa pernah dilakukan sebelumnya.
Ayah mendiang Vidi Aldiano menjelaskan bahwa persiapan logistik dan pengumpulan dana sedang berlangsung untuk merealisasikan agenda akhir pekan tersebut.
"Dalam waktu minggu depan tuh hari Minggu tanggal 3 Mei ya. Ini lagi ngumpulin donasi untuk tebar ikan lagi di danau itu," kata Harry Kiss, Selasa (28/4/2026).
Peningkatan volume pengunjung di danau tersebut diakui Harry membawa dampak ekonomi dan hiburan yang nyata bagi masyarakat sekitar. Keberadaan ikan dalam jumlah besar menarik minat banyak warga untuk datang memancing.
"Nah itu sekarang ramau banget, pol. Itu ramainya gara-gara kita nebarin ikan 5 kuintal itu kan. Itu danaunya jadi penuh dengan orang mancing," ujarnya.
Agenda yang dijadwalkan berlangsung pekan depan tersebut dipastikan akan tetap terlaksana sebagai bentuk dedikasi keluarga terhadap memori almarhum.
"Iya, ini makanya minggu depan tanggal 3 Mei itu kita akan menabar lagi," lanjut Harry Kiss.
Mengenai pendanaan, Harry mengungkapkan bahwa sumber donasi berasal dari kolaborasi antara rekan sejawatnya dan para penggemar setia Vidi Aldiano yang dikenal dengan sebutan Vidis. Nominal yang masuk sangat bervariasi mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.
"Nah ini saya lagi ngumpulin teman-teman. Kalau dari Vidis itu rata-rata sih nyumbang ada yang cuma Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 150 ribu. Tapi kalau dari teman-teman saya rata-rata sih ada yang Rp 2 juta, ada Rp 5 juta, banyak juga gitu," jelas Harry Kiss.
Meskipun pada aksi sebelumnya dana terkumpul mencapai Rp 25 juta, Harry belum bisa memastikan total akhir untuk kegiatan 100 hari mendatang karena proses penggalangan masih berjalan dinamis.
"Ya gak tahu tergantung yang nyumbang, tergantung terkumpulnya nanti. Iya ini kalau yang terkumpul tiba-tiba bisa sampai Rp 100 juta itu bingung kita nebarnya gimana," ucap Harry Kiss.
Selain aktivitas di danau, pihak keluarga juga menyerahkan barang-barang pribadi peninggalan Vidi kepada pihak yang membutuhkan. Salah satu barang berupa jas formal diberikan kepada seorang ustaz untuk mendukung kegiatan keagamaan.
"Ya senang-senang saja digunakan ternyata untuk itu gitu loh. Si ustaz itu kemarin dia ngabarin bahwa, 'Pak Harry ini saya gunakan jasnya Vidi itu untuk program 100 hari tahajud,'" tuturnya.
Barang-barang yang dibagikan tersebut diketahui memiliki nilai material yang tinggi, namun pihak keluarga lebih mengutamakan nilai manfaat spiritualnya.
"Nah dia ngasih saya videonya kan. Dan itu jasnya jas dari Wong Hang itu, itu jas mahal itu," ungkap Harry Kiss.
Penyerahan aset pribadi ini dianggap sebagai bagian dari upaya keluarga untuk memastikan barang peninggalan almarhum tetap memberikan dampak positif.
"Alhamdulillah dipakai buat kebaikan," pungkas Harry Kiss.