Keluarga Vidi Aldiano Hibahkan Koleksi Pakaian dan Jas kepada Para Ustaz

Keluarga Vidi Aldiano Hibahkan Koleksi Pakaian dan Jas kepada Para Ustaz
Foto: Ilustrasi Keluarga Vidi Aldiano Hibahkan Koleksi Pakaian dan Jas kepada Para Ustaz.

Keluarga mendiang penyanyi Vidi Aldiano menyumbangkan sejumlah koleksi pakaian pribadi, termasuk jas mewah, kepada para ustaz yang sering mengisi pengajian di kediaman mereka. Sebagaimana dilansir dari Detik Hot pada Senin (27/4/2026) malam, langkah ini diambil agar barang-barang tersebut dapat terus memberikan manfaat fungsional.

Harry Kiss, ayah Vidi Aldiano, mengonfirmasi bahwa distribusi pakaian tersebut mencakup volume yang cukup signifikan. Distribusi barang peninggalan tersebut tidak hanya terbatas pada pakaian formal, melainkan juga beragam jenis busana lainnya yang pernah dikenakan oleh sang putra semasa hidup.

"Wah saya nggak tahu. Banyak, cuma kemarin itu salah satunya nggak cuma jas, itu ada baju-bajunya Vidi," kata Harry.

Pemberian busana ini dilakukan di tengah kegiatan keagamaan yang rutin diselenggarakan oleh istri Harry di rumah mereka. Para ustaz yang hadir berasal dari berbagai kelompok pengajian yang memiliki jadwal pertemuan intensif guna memperdalam ilmu agama secara kolektif.

"Iya, jadi itu para ustaz yang dari beberapa kelompok gitu yang datang ke tempat kami," terangnya.

Intensitas pengajian di kediaman keluarga tersebut tercatat mencapai dua hingga tiga kali dalam sepekan. Dalam sela-sela kegiatan tersebut, pihak keluarga mempersilakan para pendakwah untuk mencoba dan memilih pakaian yang sesuai dengan ukuran tubuh mereka masing-masing.

"Nah para ustaz-ustaznya itu, diundang oleh istri saya untuk melihat gitu lo ini muat nggak. Jadi setelah cocok ya dibawa," jelasnya.

Salah satu poin menarik dari hibah ini adalah penggunaan jas peninggalan Vidi untuk keperluan ibadah khusus, seperti salat tahajud selama 100 hari. Harry mencatat bahwa mengenakan jas saat melaksanakan ibadah malam merupakan kebiasaan yang lazim dilakukan oleh sebagian pemuka agama.

"Biasanya ustaz-ustaz itu kalau tahajud dia selalu pakai jas. Nah ini kebetulan jasnya jas Vidi," katanya.

Keputusan untuk membagikan koleksi pribadi ini didasari oleh keinginan keluarga untuk menghindari kemubaziran barang-barang yang masih berkualitas tinggi. Harry menekankan bahwa pemanfaatan pakaian oleh para ustaz dan santri merupakan nilai positif yang lebih baik daripada sekadar menyimpannya di lemari.

"Daripada mubazir, jadi dimanfaatkan untuk para ustaz-ustaz itu, untuk para santri-santrinya juga," ujarnya.

Salah satu kelompok yang menerima pakaian tersebut adalah santri dari komunitas Sulaimaniyah, yang dikenal sering mengenakan pakaian formal dan rapi saat beraktivitas. Harry menjelaskan bahwa komunitas ini memiliki hubungan baik dengan istrinya, terutama dalam penyelenggaraan program menghafal Al-Qur'an.

"Mereka rapi-rapi banget, afiliasi dengan Turki. Nah itu menjadi gengnya istri saya tuh, salah satu gengnya. Makanya mereka suka datang ke rumah, mereka suka ada pengajian yang penghafal Quran. Jadi itu yang dilakukan istri saya. Makanya mereka datang ke rumah, dan istri saya nyaman gitu lo," tuturnya.

Artikel terkait

Rekomendasi