KEBIJAKAN sentralisasi ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan batu bara melalui satu pintu di bawah PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai sebagai langkah strategis untuk melindungi petani dari praktik spekulasi. Kehadiran PT DSI dianggap mampu memutus rantai permainan harga oleh trader nakal yang selama ini merugikan petani swadaya.
Pengamat Ekonomi dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita, menyatakan bahwa kebijakan ini memiliki landasan objektif yang kuat untuk mengakhiri asimetri informasi. Menurutnya, struktur pasar Tandan Buah Segar (TBS) sawit rakyat selama ini cenderung oligopsoni, di mana posisi tawar petani sangat lemah di hadapan tengkulak besar.
ÔÇ£Para trader nakal kerap memanfaatkan ketiadaan akses pasar langsung untuk menekan harga beli di tingkat petani serendah mungkin. Melalui PT DSI sebagai penentu harga tunggal, negara bertindak sebagai penyangga yang menetapkan harga patokan bawah yang adil,ÔÇØ ujar Ronny dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (29/5).
Ronny menambahkan, dengan kepastian serapan satu pintu, ruang gerak spekulan otomatis tertutup. Hal ini memungkinkan margin keuntungan dialihkan langsung untuk meningkatkan kesejahteraan petani rakyat. Ia menyamakan model ini dengan keberhasilan lembaga CODELCO di Cili yang sukses melindungi produsen domestik dari predator pasar.
Dari sisi fiskal, sentralisasi ekspor melalui PT DSI dipandang sebagai solusi untuk menghentikan kebocoran pendapatan negara. Praktik rekayasa keuangan seperti transfer pricing dan under-invoicing oleh korporasi swasta melalui perusahaan bayangan di negara suaka pajak dapat diminimalisasi.
ÔÇ£Negara kini memegang kontrol penuh terhadap volume, kualitas, dan nilai riil komoditas yang dijual ke pasar internasional. Ini memastikan Devisa Hasil Ekspor (DHE) benar-benar masuk ke sistem perbankan nasional untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah,ÔÇØ jelasnya.
Lebih lanjut, kebijakan satu pintu ini diyakini akan meningkatkan posisi tawar geo-ekonomi Indonesia. Dengan menyatukan volume ekspor, Indonesia memiliki kekuatan untuk mendikte harga pasar global dan mengatur pasokan ke negara importir besar seperti China, India, dan Uni Eropa.
Selain itu, PT DSI menjadi instrumen efektif untuk memastikan pemenuhan Domestic Market Obligation (DMO). ÔÇ£Kebijakan ini memaksa pelaku usaha untuk berinvestasi pada hilirisasi industri, seperti oleokimia dan biodiesel, jika ingin komoditas mereka tetap terserap oleh pasar,ÔÇØ pungkas Ronny.
- Ekspor Curah Cair di Terminal Belawan Capai 1,18 Juta Ton hingga April 2026 21/5/2026 19:00 Kapal tanker melakukan bongkar muat crude palm oil (CPO) di Terminal Belawan, Medan, Sumatra Utara.
- Relaksasi Ekspor Dorong Lonjakan Bongkar Muat CPO 29/4/2026 10:10 Kapal tanker melakukan bongkar muat crude palm oil (CPO) di Dermaga Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat.
- Purbaya: Penerimaan Negara Tumbuh 9,8% di Awal 2026, Ekonomi Diyakini Menguat 04/2/2026 17:17 Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut, lanjutnya, berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%.
- Menakar Peluang dan Tantangan Pengalihan Fungsi Bea Cukai ke PT DSI 26/5/2026 18:51 Menakar peluang dan tantangan rencana pengalihan sebagian fungsi DJBC ke PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) untuk ekspor satu pintu.
- 9 Fakta Menarik Luke Thomas Mahony, Eks Direktur PT Vale Indonesia yang Jadi Pucuk PT DSI 21/5/2026 19:37 Simak profil dan fakta menarik Luke Thomas Mahony, pakar tambang global dengan 4 gelar akademik yang pernah menjabat Direktur PT Vale Indonesia.