Aktor ternama Hollywood, Keanu Reeves, mengajukan permohonan resmi kepada hakim agar bersedia meringankan hukuman penjara bagi sutradara Carl Rinsch. Langkah ini diambil setelah sutradara berusia 50 tahun tersebut dinyatakan bersalah atas penyelewengan dana anggaran dari Netflix.
Seperti dilansir dari Media Indonesia, Carl Rinsch terbukti menyalahgunakan dana sebesar US$11 juta atau sekitar Rp179 miliar yang seharusnya digunakan untuk memproduksi sebuah serial televisi. Persidangan yang berakhir pada Desember lalu memutuskan Rinsch bersalah atas satu dakwaan penipuan kawat (wire fraud) dan satu dakwaan pencucian uang.
Hubungan kedekatan antara Reeves yang kini berusia 61 tahun dan Rinsch bermula saat keduanya terlibat dalam proyek film 47 Ronin pada 2013. Melalui dokumen pengadilan tertanggal 1 Mei, Reeves mengirimkan surat pembelaan kepada Hakim Jed S. Rakoff di New York City.
"Saya menulis surat ini untuk mendukung Carl Rinsch sehubungan dengan persidangannya yang akan datang. Saya tidak mengetahui detail kasus ini. Namun berdasarkan apa yang saya ketahui tentang Carl, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menulis atas namanya, dengan harapan hukumannya dapat diperlunak dengan tindakan kemurahan hati dan belas kasihan serta keadilan," tulis Reeves dalam suratnya.
Data dari Kejaksaan Agung AS untuk Distrik Selatan New York mengungkapkan bahwa Rinsch memakai dana Netflix untuk berspekulasi di mata uang kripto dan membiayai gaya hidup mewah. Aliran dana tersebut digunakan untuk membayar tagihan kartu kredit sebesar US$1,7 juta dan membeli furnitur mewah senilai US$3,3 juta.
Selain itu, Rinsch juga membelanjakan US$387.000 untuk jam tangan Swiss, serta US$2,4 juta untuk membeli satu unit Ferrari merah dan lima mobil Rolls-Royce. Rinsch awalnya mendapatkan kucuran dana sekitar US$44 million dari Netflix untuk memproduksi serial berjudul White Horse.
Pada Maret 2020, Rinsch meminta anggaran tambahan sebesar US$11 juta dengan alasan untuk menyelesaikan proyek tersebut, tetapi dana itu justru diselewengkan. Reeves sendiri terlibat dalam proyek fiktif ini sebagai produser sekaligus investor finansial.
"Menurut pendapat saya, Carl adalah seorang seniman yang luar biasa, dan White Horse, dalam bentuk yang pernah saya lihat, adalah sebuah karya seni yang luar biasa dan visioner, meskipun belum selesai," tulis Reeves.
"Menurut pendapat saya, Carl dapat menyabotase diri sendiri dengan memperbesar skala, ruang lingkup, dan lanskap dari apa yang telah dinegosiasikan, sehingga menempatkan dirinya dan pihak mitra dalam perselisihan."
Reeves menegaskan bahwa sudut pandang yang disampaikannya bukan untuk membenarkan tindakan kriminal Rinsch, melainkan guna memberi gambaran mengenai kondisi psikologis sang sutradara. Masalah kesehatan mental Rinsch sempat menjadi perhatian, bahkan Reeves bersama kerabat lain pernah melakukan intervensi di rumah Rinsch pada akhir 2019.
Menanti Sidang Putusan Akhir
Sidang pembacaan vonis terhadap Rinsch dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni mendatang, sedangkan rekomendasi hukuman dari jaksa penuntut akan diberikan pada 16 Juni. Rinsch menghadapi tuntutan untuk mengembalikan ganti rugi sebesar US$11 juta kepada Netflix beserta biaya pengacara sebesar US$4,4 juta.
"Saya berharap Anda dapat memberikan keringanan hukuman bagi pria ini. Sejauh yang Anda anggap pantas, saya percaya keringanan hukuman tersebut akan menjadi tindakan penyembuhan, berdampingan dengan hukuman yang akan ia jalani. Terima kasih atas pertimbangan Anda," tutup Reeves dalam surat permohonannya.