Masyarakat kembali memberikan perhatian khusus pada perhitungan hari dalam kalender Jawa yang dipadukan dengan sistem penanggalan Hijriah menjelang akhir April 2026.
Sistem penanggalan ganda ini merupakan bagian dari tradisi budaya yang masih dijunjung tinggi untuk menentukan berbagai momen penting dalam kehidupan sehari-hari maupun perencanaan acara khusus.
Kombinasi antara weton dan tanggal Islam memberikan informasi waktu yang lebih komprehensif bagi warga yang memegang teguh nilai-nilai tradisional dalam aktivitas mereka.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Kompas, pekan terakhir pada April 2026 bertepatan dengan pertengahan bulan DzulqaÔÇÖdah 1447 Hijriah dalam kalender Islam.
Bulan DzulqaÔÇÖdah sendiri dikenal sebagai salah satu periode penting yang berada tepat sebelum memasuki bulan Dzulhijjah.
Berikut adalah rincian lengkap mengenai urutan hari dalam kalender Jawa, weton, serta padanannya dengan tanggal Hijriah untuk periode tersebut:
| Hari dan Weton | Tanggal Masehi | Penanggalan Hijriah |
|---|---|---|
| Ahad Pon | 26 April 2026 | 8 DzulqaÔÇÖdah 1447 H |
| Senin Wage | 27 April 2026 | 9 DzulqaÔÇÖdah 1447 H |
| Selasa Kliwon | 28 April 2026 | 10 DzulqaÔÇÖdah 1447 H |
| Rabu Legi | 29 April 2026 | 11 DzulqaÔÇÖdah 1447 H |
| Kamis Pahing | 30 April 2026 | 12 DzulqaÔÇÖdah 1447 H |
Seluruh rangkaian hari pada pekan penutup bulan April ini berada sepenuhnya dalam naungan bulan DzulqaÔÇÖdah 1447 Hijriah.
Siklus pasaran Jawa tersebut dimulai dari Ahad Pon dan berakhir pada Kamis Pahing, memperlihatkan perputaran elemen hari yang berjalan selaras dengan perhitungan kalender Islam.