Ahli Hukum Bantah Justin Bieber Dilarang Bawakan Lagu Lama di Coachella

Ahli Hukum Bantah Justin Bieber Dilarang Bawakan Lagu Lama di Coachella
Foto: Ilustrasi Ahli Hukum Bantah Justin Bieber Dilarang Bawakan Lagu Lama di Coachella.

Penyanyi Justin Bieber memicu diskusi publik saat tampil di panggung Coachella 2026 pada April 2026 setelah menyajikan format penampilan unik yang hanya menampilkan cuplikan lagu-lagu hits lamanya melalui layar raksasa bergaya antarmuka YouTube.

Dilansir dari Detikcom, aksi tersebut memicu spekulasi bahwa Bieber kehilangan hak untuk membawakan karya lawasnya secara utuh setelah menjual katalog musiknya ke Recognition Music Group pada akhir 2022. Namun, sejumlah pakar hukum musik membantah keras anggapan adanya batasan kontrak tersebut.

Laporan dari Daily Mail pada 12 April 2026 sebelumnya mengeklaim bahwa penjualan hak cipta penerbitan dan rekaman master menjadi alasan Bieber tidak menyanyikan lagu seperti "Baby" atau "Never Say Never" secara penuh. Meski begitu, investigasi The Verge pada 14 April 2026 mengungkap fakta hukum yang berbeda.

"Penjualan katalog musiknya tidak mencegah Bieber untuk membawakan lagu-lagunya sendiri di atas panggung," kata Daniel J. Schacht, seorang pengacara hukum musik dan hiburan, menanggapi kekeliruan asumsi tersebut.

James Grimmelmann, Profesor Hukum Informasi dan Digital di Cornell Tech, menambahkan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara kepemilikan aset musik dan hak pertunjukan. Dalam industri musik, konser langsung diatur melalui Hak Pertunjukan Publik (Public Performance Right) yang dikelola oleh organisasi pemungut royalti.

"Bukan begitu cara kerjanya. Tidak ada satu pun bagian dari industri ini yang bekerja seperti itu," ujar James Grimmelmann menjelaskan mekanisme lisensi dalam konser musik. Festival besar seperti Coachella memiliki kontrak lisensi menyeluruh yang mengizinkan penampil membawakan lagu apa pun tanpa harus memiliki hak miliknya secara pribadi.

Berdasarkan mekanisme tersebut, Recognition Music Group tetap berhak menerima royalti dari setiap penampilan, namun Bieber tetap memegang kendali penuh atas pemilihan lagu di atas panggung. Keputusan menampilkan potongan video pendek masa kecilnya saat mengamen di Stratford, Ontario, dinilai murni sebagai pilihan artistik musisi tersebut.

Format nostalgia melalui cuplikan YouTube tersebut ditujukan untuk menonjolkan evolusi karier Bieber selama dua dekade terakhir. Dengan demikian, batasan hukum atau sengketa hak cipta dipastikan tidak menjadi faktor penghalang bagi sang artis dalam membawakan katalog lamanya secara langsung.

Artikel terkait

Rekomendasi